< >

Ledakan Terjadi di Pipa Saluran Gas, Minyak Meksiko

Selasa, 11 September 2007 09:57
Kapanlagi.com - Ledakan mengguncang Meksiko, Senin, saat serangan terhadap enam pipa saluran mengganggu pasokan gas dan minyak serta memaksa ribuan orang keluar dari rumah mereka, hanya beberapa pekan setelah gerilyawan sayap-kanan meledakan sejumlah bom di pipa saluran.

Bola api besar menerangi langit malam setelah beberapa ledakan pada dinihari. Lebih dari 20.000 orang bergegas keluar dari rumah mereka tempat penampungan darurat saat gas dan minyak menyembur dari saluran yang pecah.

Perusahaan monopoli energi Pemex menyatakan tak ada korban cedera dalam ledakan itu, yang kebanyakan terjadi di Veracruz di Teluk Meksiko, tapi Kepala Pelaksana Jesus Reyes Heroles menyatakan peristiwa tersebut membuat perusahaan negara itu menderita kerugian "ratusan juta dolar AS`.

Kerusakan pipa saluran itu akan mengurangi sebesar 25 persen pasokan gas alam negeri tersebut selama 24 sampai 36 jam, kata Reyes Horales kepada radio Meksiko. Ia mengatakan kenyataan bahwa gas tak dapat dengan mudah disimpan membuat situasi jadi lebih serius dibandingkan dengan bensin, yang pasokannya takkan terlalu terpengaruh.

"Yang terpenting ialah gas alam," katanya. Ditambahkannya, mungkin diperlukan waktu empat sampai lima hari mulai Selasa untuk sepenuhnya memulihkan pasokan.

Pepohonan yang tumbang memenuhi sekitar lokasi satu ledakan di pipa saluran gas Balastrera di dekat kota kecil Maltrata di negara bagian Veracruz, sementara petugas pemadam berjuang mengatasi kobaran api di sana.

Sebagian pipa saluran mengalami kerusakan di beberapa tempat. Belum jelas apakah bom telah digunakan. Meksiko belum lama ini telah mengalami serangkaian serangan yang kebanyakan berskala kecil oleh kelompok gerilyawan.

Bulan lalu, gedung pencakar langit di Kota Meksiko --yang tertinggi di Amerika Latin-- dikosongkan setelah polisi menemukan barang berukuran kecil, yang diduga bahan peledak, di satu mobil di tempat parkir bawah tanah gedung tersebut.

Pada Juli, Tentara Revolusioner Rakyat, kelompok gerilyawan sayap-kiri yang dikenal dengan singkatan bahasa Spanyolnya, EPR, melancarkan empat serangan bom terhadap pipa saluran milik Pemex yang menyalurkan gas alam, gas cair, minyak mentah dan bensin.

Tahun lalu, Al-Qaeda mengancam akan menyerang berbagai instalasi di Meksiko dan negara lain yang memasok minyak ke Amerika Serikat. Pemerintah Meksiko dan AS meremehkan ancaman tersebut.

Meksiko telah menggelar tentara dan polisi federal guna melindungi pipa saluran, tapi Presiden Felipe Calderon telah mengatakan hampir tak mungkin untuk sepenuhnya menjamin jaringan kerja yang sangat besar itu.

Kerusakan terparah akibat serangan Senin ialah pada pipa saluran gas alam berdiameter 122 centimeter, tapi satu pipa saluran minyak berukuran 76 centimeter juga terkena ledakan. Pemex menyatakan ekspor takkan terpengaruh.

Pemex, pemasok utama minyak mentah ke Amerika Serikat tapi importir gas alam dan bensin, menyatakan dunia usaha di Veracruz dan negara bagian tetangganya akan mengalami kekurangan pasokan gas alam. Produsen kaca Vitro menyatakan akan menutup lima pabriknya akibat gangguan pasokan gas.

Gubernur Negara Bagian Veracruz Fidel Herrera mengatakan kepada radio Meksiko bahwa polisi telah memburu satu truk bak terbuka yang diduga memiliki hubungan dengan serangan tersebut di sepanjang jalan raya terpencil.

"Mereka masih mencari kendaraan ini, yang merupakan satu-satunya bukti yang kami miliki dan boleh jadi berhubungan dengan peristiwa tersebut," katanya. (*/cax)