"Tentunya, pihak kami sangat membutuhkan berbagai kerja sama selanjutnya dengan PT DI, terutama mengenai perawatan mesin serta pembelian onderdil pesawat ini," kata Kolonel Pale di Bandung, Kamis.
Pesawat CN-235 tersebut merupakan pesawat yang diproduksi PT DI, sementara Pemerintah Burkina Faso membeli pesawat yang bermodifikasi versi sipil itu dari sebuah perusahaan swasta di Filipina, dan kemudian di-rekondisi menjadi versi militer oleh PT DI.
Dikatakan, pihaknya sangat membutuhkan peran PT DI bukan hanya untuk saat ini saja, melainkan untuk masa mendatang mengingat kebutuhan terhadap berbagai sarana transportasi udara di negaranya yang berada di benua Afrika itu.
Pesawat tersebut dilengkapi sepasang mesin GE CT7-9C yang merupakan modifikasi pesawat serbaguna yang versinya dapat diubah dengan waktu singkat, seperti untuk pesawat latihan militer, dan pesawat kargo dengan double cabin (combi). (*/rsd)