"Jadi walaupun sudah punya standar ISO, bukanlah harga mati sehingga tidak perlu di-review. Justru tantangannya adalah bagaimana melakukan evaluasi terus menerus sehingga output menjadi jauh lebih baik," kata Head of Building Management PT Intiland Development Tbk, Eka Sindartiani di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, penerapan standar ISO ini awalnya sangatlah sulit. Setelah 12 tahun, Divisi Manajemen Properti Intiland Development masih terus melakukan perbaikan diri sesuai dengan perkembangan tuntutan jaman.
"Dengan adanya sistem ISO, penyewa mendapatkan kepastian adanya komitmen kualitas dari manajemen gedung," tambah Frank Lammers, Quality Management Representative Intiland Development.
Penyewa akan merasa nyaman melakukan kegiatan bisnisnya sehari-hari tanpa perlu pusing memikirkan hal-hal teknis menyangkut gedung. ISO juga mensyaratkan pemberian pelayanan terbaik kepada pelanggan sehingga komplain yang masuk akan ditanggapi dengan baik.
Aspek yang paling krusial dari penerapan ISO di manajemen properti adalah tindakan korektif dan preventif. Mengingat dalam industri jasa seperti manajemen properti ini, standar mutu relatif lebih sulit diukur karena banyaknya faktor subyektif yang ikut bermain.
Berbeda dengan industri manufaktur, standar mutu relatif lebih mudah diterapkan yaitu berdasarkan kualitas produk yang dihasilkan.
Namun dengan ditentukannya standar mutu, maka keberhasilan dapat diukur sehingga dapat dilakukan usaha-usaha untuk peningkatan mutu.
Hal penting dalam penerapan ISO adalah audit yang dilakukan secara rutin. Audit dapat dilakukan secara internal kapanpun diperlukan maupun oleh pihak eksternal yang dlakukan oleh auditor independen sebanyak 2 kali dalam setahun.
Corporate Secretary Intiland Development, Theresia Rustandi menjelaskan, PT Intiland Development Tbk (dahulu PT Dharmala Intiland Tbk) mendapat sertifikat ISO 9001:2000 (International Organization for Standardization) untuk Divisi Manajemen Propertinya.
Dengan demikian ujarnya, Intiland Development merupakan pengembang pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO untuk manajemen properti secara keseluruhan, bukan untuk properti tertentu.
Sehingga jika ada properti baik gedung perkantoran, apartemen maupun kawasan perumahan yang dikelola (management) Intiland Development sudah pasti akan menggunakan standar ISO.
Saat ini, Intiland Development baru mengelola tujuh gedung yaitu Wisma Dharmala Sakti, Wisma Sarinah, Wisma Manulife Indonesia, Graha Pratama, Menara ERA, Apartemen Semanan Indah dan Kondominium Kintamani.
Bahkan pada tahun 2002 Kondominium Kintamani berhasil mendapatkan penghargaan dari Dinas Perumahan DKI Jakarta sebagai the best managed apartment in Jakarta.
Penghargaan diberikan melalui survei dari tim penilai yang dikoordinasi oleh Dinas Perumahan DKI untuk memeriksa seluruh aspek operasional kondominium sesuai dengan peraturan apartemen di DKI Jakarta.
Aspek yang dimaksud meliputi sistem keamanan, penghijauan dan wilayah terbuka, sistem sanitari dan higienitas, pengolahan sampah dan air limbah, sistem sumur dalam serta fasilitas sosial dan publik.
ISO merupakan suatu sistem yang memastikan bahwa prosedur yang dijalankan serta output yang dihasilkan adalah sesuai dengan standar mutu internasional.
Secara umum, standar yang dimaksud meliputi adanya komitmen mutu dari pimpinan dan karyawan, tanggung jawab dan otoritas yang jelas, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta evaluasi dari tahapan kerja, pengembangan sumber daya manusia, tata cara pembelian, dan lain-lain.
"Dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu, kami selalu ingin melakukannya dengan baik dan benar. Itulah kira-kira dasar pemikiran pertama kali Intiland Development mengadopsi ISO," ujar Theresia Rustandi.
"Hal ini sesuai dengan kebijakan perusahaan yang selalu berusaha memberikan nilai lebih kepada pelanggannya," kata dia. (*/rsd)