"Kerusakan terutama dijumpai pada prasarana jalan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Departemen Perhubungan (Dephub) Bambang S. Ervan saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Bambang saat dihubungi sedang mendampingi Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal yang melakukan kunjungan mendadak ke Bengkulu, menyusul gempa 7,9 scala richter di sana (12/9).
Bambang mengatakan, kerusakan jalan terjadi di beberapa ruas dengan tingkat yang berbeda-beda. "Besok (14/9) masih akan cek detailnya," katanya.
Dia menjelaslan, sejauh ini yang sudah termonitor adalah jalan lintas Bintunan-Ketahun sepanjang 50 kilometer rusak sehingga tidak dapat dilalui.
Adapun jalan di depan pos kehutanan Ketahun yang menuju ke Sebelat 3/4 jalan turun 1 meter sepanjang 50 meter.
Kemudian, kata Bambang, jalan Ketahun Sebelat terdapat tujuh lokasi yang terbelah, sedangkan jembatan di Air Sebelat dan Air Lais rusak.
Bahkan, ruas jalan nasional Bengkulu-Padang terputus di daerah Urai. Jalan kabupaten di Kabupaten Bengkulu juga putus.
Namun, sarana transportasi cenderung tidak mengalami kerusakan. "Bandara dan pelabuhan aman, dapat beroperasi," kata Bambang.
Di bandara Bengkulu, gedung terminal banyak yang retak, namun kondisi landasan pacu serta alat navigasi masih baik.
Sementara itu, tambah Bambang, bandara di Padang, yakni Minangkabau International Airport, masih melayani operasi penerbangan.
"Hanya kaca-kaca gedung ada yang pecah," ucap Bambang. (*/rsd)