< >

Dikira Adu Balap Liar, Pangendara Didor Polisi

Kamis, 13 September 2007 20:10
Kapanlagi.com - Ikraq Zainuddin (20), warga Jl Dirgantara No. 11 e terpaksa dilarikan ke RS Setella Maris Makassar, setelah terkena tembakan di sisi dada bagian kanan yang menembus dada kiri, Rabu subuh.

Iksan, seorang saksi mengatakan kejadian itu berawal ketika korban bersama lima orang temannya yang sedang mengendarai sepada motor dari arah Jl Borong yang hendak menuju pulang ke rumahnya di Jl Dirgantara.

Saat melintasi persimpangan jalan tersebut korban yang sedang melewati tanjakan tinggi, motor yang dikendarainya melaju dengan kencang.

Polisi dari Polsekta Panakukang yang sedang bertugas mengantisipasi balapan liar di sekitar jalan itu melihat korban yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sehingga terjadi saling kejar mengejar, dan pada akhirnya polisi berhasil memberhentikan kendaraan yang dikemudikan korban.

Saat memeluk korban, Briptu Ronald Regen yang sedang memegang senjata saat itu hendak memberikan peringatan kepada korban agar tidak kebut-kebutan di jalan, tiba-tiba tanpa disengaja peluru menembus di dua sisi dada korban.

Melihat korban sudah tak sadarkan diri, Briptu Ronald langsung membawa korban ke ruang UGD RS Grestelina Makassar.

Kapolwiltabes Makassar, Kombes Pol Genot Harianto menilai kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Anggotanya terpaksa mengejarnya disebabkan korban terus meledeknya pada saat hendak ditegurnya untuk tidak balapan.

Genot mengatakan akan menanggung semua biaya rumah sakit korban, sementara itu Briptu Ronald masih dalam proses pemeriksaan oleh Polresta Makassar Timur.

Ditempat terpisah, Kapolsekta Panakukang AKP Y. Luthe Lantang mengatakan saat itu pihaknya memang sedang bertugas guna mengantisipasi balapan liar selama bulan suci Ramadhan.

Di mana usai salat, para remaja biasanya memanfaatkan untuk saling balapan motor, sehingga orang lain yang sedang berjalan kaki merasa terganggu dengan aksi balapan liar yang acapkali terjadi di dua titik yakni disekitar Jl Pampang dan Abdul Dg Sirua.

"Korban dan Briptu Ronald, merupakan teman baik, dimana korban sering ke rumahnya, memang pada saat kejadian korban menutup sebagian wajahnya dengan menggunakan sejadah. Tapi letusan senjata itu sama sekali tidak disengajanya karena anggota saya memang saat itu sedang memeluk korban sambil memegang senjata, karena sebelumnya telah mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan balapan liar," jelas Luthe Lantang. (*/rsd)