"Sampai hari ini, kami masih bekerja keras, bahkan analisa dan evaluasi dilakukan setiap malam," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti di Surabaya, Kamis.
Oleh karena itu, katanya, hingga kini belum ada kesimpulan, karena barang bukti (BB) yang diperiksa cukup banyak jumlahnya, diantaranya kabel, dan bekas kebakaran lainnya.
"Bahkan, tangga yang ditemukan dalam kebakaran tahap kedua juga masih diteliti sidik jari yang membekas," katanya.
Tentang unsur kesengajaan dibakar, ia mengatakan kebakaran tahap kedua memang ada bensin, namun hal itu belum dapat disimpulkan sebagai kesengajaan.
"Masalahnya, bensin yang membekas masih mungkin berasal dari genset yang digunakan pedagang untuk penerangan. Sabar saja dan percayakan kepada polisi untuk menyelidiki," katanya.
Menurut Ketua Tim Pemulihan Paska Kebakaran Pasar Turi (TPPKP) Djoko Sujiono, banyak kejanggalan yang menjadi pertanyaan para pedagang terkait penyebab kebakaran itu.
"Misalnya, di lokasi bangunan yang terbakar itu tidak ada lagi aliran listrik sejak kebakaran pertama," katanya.
Sejak Pasar Turi Baru terbakar pada 26 Juli 2007, katanya, ada pemadaman aliran listrik di seluruh area Pasar Turi, sehingga area pasar Turi Lama menggunakan genset untuk penerangan.
"Karena itu, kami akan melaporkan kebakaran yang kedua itu kepada presiden bersamaan dengan pencairan bantuan dari presiden kepada kami," katanya. (*/rsd)