< >

Soal Kasus 'Spionase', McLaren Terancam Denda Terbesar di F1

Minggu, 16 September 2007 09:45
Kapanlagi.com - McLaren mungkin bersedia menerima denda 100 juta dolar AS demi kepentingan Formula Satu, kata bos tim tersebut Ron Dennis, Sabtu (15/9).

Rekor denda dan penghapusan semua poin konstruktor yang diperoleh McLaren pada musim 2007 ditetapkan Federasi Otomobil Internasional (FIA), Kamis, pada dengar pendapat kasus spionase tersebut.

Tim tersebut berada dalam masalah besar sejak dokumen informasi teknis Ferrari setebal 780 halaman ditemukan di kediaman kepala perancang yang kini telah diberhentikan Mike Coughlan pada Juli lalu.

"Jika kami tidak mengajukan banding untuk hukuman ini, itu karena kami ingin agar masalah segera ditutup," kata Dennis kepada wartawan di Grand Prix Belgia.

"Tim lain, saya harap, akan memahami hukuman finansial yang akan kami derita demi kepentingan olahraga," tambahnya.

McLaren menyatakan mereka tidak mendapat keuntungan kompetitif dari data Ferrari itu. Akan tetapi, sidang di Paris mengungkapkan bagaimana juara dunia dua kali Fernando Alonso dan pembalap penguji Pedro de la Rosa mengetahui Coughlan mendapat informasi dari dalam Ferrari.

Dennis memiliki waktu enam hari untuk banding dan ia mengatakan akan memberi rekomendasi kepada para pemegang saham McLaren, yang akan membuat keputusan.

Penutupan Penuh

Dennis mengkhawatirkan prospek perdebatan hukum yang bisa memakan waktu bulan, bahkan tahun, dan dampaknya bagi manajemen tim. Ia menegaskan keputusan untuk tidak melakukan banding tidak bisa diterjemahkan sebagai pengakuan salah.

"Saya tidak ingin memperpanjang masalah ini jika saya bisa menutupnya," kata Dennis.

"Dan penutupan itu untuk Formula Satu. Harus merupakan penutupan penuh," tambahnya, saat ditanya mengenai prospek tindakan hukum oleh Ferrari di pengadilan Italia pada tahun-tahun mendatang.

Tim Italia itu telah mengambil tindakan hukum terhadap mantan pegawai mereka Nigel Stepney, yang dituduh membocorkan dokumen tersebut kepada Coughlan.

Kepolisian Italia telah memberi tahu Dennis dan manajer McLaren lainnya di Monza akhir pekan lalu bahwa mereka tengah diselidiki, sementara Coughlan menghadapi tindakan hukum di Inggris.

McLaren, 40% sahamnya dimiliki oleh DaimlerChrysler's Mercedes dan merupakan salah satu tim terkaya di Formula Satu, bebas dari utang meski telah menghabiskan sekitar 600 juta dolar AS untuk membangun pabrik mereka yang canggih.

Penghasilan mereka satu tahun diperkirakan antara 450-500 juta dolar AS.

"Tidak lebih dari satu tim lain di lintasan (selain McLaren) yang bisa menerima denda 100 juta dolar. Pada akhir hari nanti, kami bisa menelannya," kata Dennis. (*/bun)