Para penguasa baru di Elysee ingin meniru Gedung Putih," kata kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah alam satu berita mengacu pada istana presiden Prancis.
Kantor berita itu mengatakan bahwa sejak Nicolas Sarkozy menjadi presiden menggantikan Jacques Chirac dan menjalin hubungan lebih erat dengan AS," ia telah meniru Amerika".
"Rakyat Prancis tidak akan pernah melupakan era di mana seorang non Eropa memasuki Elysee," katanya.
Komentar itu muncul setelah Menlu Prancis Bernard Kouchner mengatakan dunia harus memperkuat diri bagi satu kemungkinan perang menyangkut sengketa nuklir Iran, kendatipun melakukan usaha bagi satu penyelesaian melalui perundingan-perundingan harus dijadikan prioritas.
Sarkozy memperingatkan dengan keras bahwa Iran berisiko dibom jika krisis nuklir itu tidak diselesaikan dan IRNA menuduh pemerintah Sarkozy lebih AS dari AS dalam urusannya dengan Iran.
"Para penguasa Elysee menjadi pelaksana dari keinginan Gedung Putih dan menerapkan sikap lebih keras, bahkan lebih menghasut dan lebih tidak logis ketimbang dari Washington."
IRNA menuduh Prancis berusaha menghambat perjanjian Iran dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk menyelesaikan masalah-masalah penting tentang masalah program nuklirnya.
"Kendatipun kasus nuklir itu, berkat tindakan yang dilakukan Iran dan IEAE, hampir diselesaikan, ekstremisme para pemimpin Prancis akan menghambat usaha ini.
Para pemimpin baru Prancis sedang berusaha melewati para sahabat penting AS pada saat mitra-mitra Eropa mereka mempertimbangkan tentang sikap yang lunak dan menyambut baik perjanjian bersejarah antara Iran dan IAEA," kata IRNA.
AS tidak pernah mengesampingkan menggunakan serangan-serangan militer untuk menghukum Iran karena penentangannya menyangkut masalah nuklir dan Menteri Pertahanan Robert Gates, Minggu mengatakan bahwa "semua opsi ada di meja."
Iran membantah keras tuduhan-tuduhan AS bahwa pihaknya sedang berusaha untuk memiliki senjata nuklir , dan mengatakan program nuklirnya bertujuan untuk membantu pengadaan tenaga listrik bagi penduduknya yang terus bertambah sementara cadangan minyak pada saat saat akan habis. (*/lpk)