Sumber-sumber kementerian luar negeri mengatakan, pemerintah sementara Bangladesh mengajukan protes keras kepada Komisi Tinggi Malaysia di Dhaka atas tindakan berlebihan yang dilakukan akhir-akhir ini terhadap sedikitnya 120 pekerja Bangladesh.
Tindakan brutal digunakan untuk membubarkan pekerja yang memprotes gaji mereka yang belum dibayar selama enam bulan terakhir, yang menurut saksi mata dilakukan oleh majikan Malaysia mereka.
Para pekerja mengklaim bahwa preman-preman digunakan untuk memukuli pekerja, yang melakukan mogok makan dan aksi duduk di sebuah daerah komersial di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, kata media.
Malaysia termasuk pasar perburuhan terbesar bagi pekerja-pekerja Bangladesh.
Pihak berwenang di Kuala Lumpur menyatakan, terdapat sekitar 200 ribu pekerja Bangladesh di Malaysia, banyak dari mereka dengan izin tinggal yang telah kadaluwarsa. (*/cax)