"Impor daging yang resmi hanya dari Australia dan Selandia baru. Kemudian kita baru buka dari Kanada dan Amerika Serikat (AS), tidak ada dari tempat/negara lain," kata Anton di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa.
Ia menyebutkan, sebenarnya sudah banyak negara yang sudah dinyatakan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK), namun pemerintah tetap membatasi impor dari empat negara itu.
"Masih adanya PMK hanya di negara-negara tertentu saja, banyak yang sudah bebas PMK," jelas Anton.
Anton menyatakan, meskipun banyak negara yang sudah bebas PMK, namun daging yang diimpor dari selain empat negara itu merupakan impor ilegal, termasuk impor daging dari India.
"Pantauan sejauh ini kita belum terima laporan ada impor ilegal daging. Saya sudah minta staf untuk melakukan pemeriksaan baik keamanan maupun kehalalannya," katanya.
Ditanya apakah Indonesia kekurangan daging sapi sehingga asal negara impor ditambah dari AS dan Kanada, Mentan mengatakan, sebenarnya sebagian besar dipenuhi dari dalam negeri sehingga yang ditutup dari impor hanya sedikit saja.
"Saya kira kekurangannya tidak banyak dan itu yang ditutup dari impor, sebagian besar dipenuhi dari dalam negeri," katanya.
Mengenai pengaruh kenaikan harga pakan ternak terhadap harga daging, Mentan mengatakan, karena pemain dan bahan bakunya yang terbatas, maka harus dilakukan impor pakan ternak.
"Karena pemainnya itu terbatas, bahan baku juga terbatas, maka harus segera impor. Itu yang menyebabkan harganya naik," katanya. (*/rsd)