< >

Deptan Siap Cabut Izin Pengeluaran Daging Impor dari Batam

Selasa, 18 September 2007 23:45
Kapanlagi.com - Departemen Pertanian (Deptan) siap mencabut ijin pengeluaran daging impor dari Batam ke wilayah lain di Indonesia yang diberikan kepada Otoritas Batam.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Selasa mengatakan, selama ini Batam diperbolehkan melakukan impor daging secara langsung.

"Namun impor itu hanya untuk memenuhi kebutuhan di kawasan tersebut. Kalau dikirim keluar daerah harus melalui ijin Deptan," katanya di sela Rapat Koordinasi yang membahas persiapan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya 2007.

Rapat yang diselenggarkan di Gedung Bulog itu dihadiri Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Dirut Bulog Mustafa Abubakar, kalangan Asosiasi serta perwakilan dari Departemen Perhubungan dan Kepolisian.

Anton mengatakan, selama ini banyak ditemukan daging impor dari Batam ternyata dikirim ke wilayah lain di tanah air tanpa melalui ijin dari Deptan.

"Hal itu menunjukkan kalau peraturan yang dikeluarkan Deptan tidak jalan dengan sempurna," katanya.

Oleh karena itu, tambahnya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap peraturan yang memberikan ijin keluar terhadap daging yang diimpor melalui Batam.

"Jika memang peraturan itu tidak berjalan baik maka kami akan mencabutnya," katanya.

Sementara itu menyinggung rencana Deptan membuka impor daging sapi dari AS dan Kanada, Mentan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengirim tim inspeksi ke negara tersebut.

Menurut dia, keputusan untuk membuka kran impor daging sapi dari kedua negara tersebut akan dilakukan secara hati-hati untuk mengantisipasi penularan penyakit sapi gila (BSE).

"Kalau sampai penyakit yang menyerang ternak itu masuk ke Indonesia maka penanggulangannya lebih mahal. oleh karena itu pembukaan impor tidak akan dilakukan gegabah," katanya.

Dikatakannya, impor daging sapi dari AS dan Kanada hanya akan dilakukan dari zona atau wilayah yang memang sudah benar-benar aman dari penyakit ternak.

Selama ini untuk mengimpor daging sapi Indonesia lebih banyak mengandalkan Australia dan Selandia Baru sehingga ketika harga naik tidak ada pilihan lain kecuali tetap menerimanya.

Oleh karena itu, menurut Mentan, pembukaan impor daging sapi dari negara lain dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan harga daging sapi di tanah air, terutama pada saat hari raya keagamaan seperti saat ini. (*/rsd)