Mereka sebelumnya berkumpul di Mesjid Nurul Iman yang berada di kampung tersebut dan bergerak menuju lokasi berdirinya menara sekitar 100 meter dari mesjid tersebut.
Mereka menuntut kompensasi dari pembangunan menara XL yang sudah berdiri sekitar 10 tahun. Menara itu juga telah menggangu tangkapan siaran pesawat televisi warga yang ada di sekitar menara.
"Tower ini sudah berdiri sepuluh tahun, tetapi tak ada sedikit pun kompensasi buat warga di sekitarnya, bahkan saat akan dibangun warga tidak pernah diajak untuk bermusyawarah," kata Kordinator aksi Tb Nurruddin.
Oleh karena itu, kata Nuruddin, untuk pembangunan jalan lingkungan dan mesjid di lingkungan tersebut, perusahaan pemilik menara tidak memberikan sedikit pun sumbangan, padahal saat pembangunannya warga juga ikut terlibat meskipun hanya dibayar Rp30.000 seharian penuh.
Aksi warga yang meminta agar menara tersebut dipindahkan berlangsung memanas, saat puluhan warga menaiki pagar penghalang menara dan berusaha merobohkannya, namun aksi ini bisa diredam puluhan aparat Kepolisian dari Polres Serang, meskipun akhirnya warga memaksa untuk merobohkan pagar tersebut.
Setelah aksi warga berlangsung sekitar satu jam, Agus Purnomo bagian Suport Service XL Wilayah Serang yang mewakili pihak perusahaan mendatangi warga.
Agus mengatakan, ia berjanji akan menyampaikan tuntutan warga tersebut kepada pihak perusahaan dan ia juga meminta maaf kepada warga bila keberadaan menara tersebut mengganggu warga.
Agus juga mengakui, bahwa selama berdirinya menara tersebut sekitar 10 tahun lalu, pihak perusahaan belum memberikan kompensasi apa pun kepada warga.
"Secepatnya saya akan segera menyampaikan tuntutan warga kepada atasan saya, karena saya tidak punya kebijakan," kata Agus.
Warga akhirnya membubarkan diri tetapi mereka mengatakan akan kembali merusak menara itu jika pihak XL tidak menempati janjinya. (*/rsd)