Informasi yang dihimpun dari sejumlah maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari Bandara Juanda, Rabu menyebutkan, kenaikan rata-rata pemesanan tiket terjadi pada jalur Surabaya-Jakarta.
Untuk jalur Surabaya-Jakarta, misalnya, jika pada hari bisa tiket hanya berkisar antara Rp250 ribu-Rp400 ribu per tiket, namun sejak H-7 Lebaran, harga tiket mencapai antara Rp700 ribu-800 ribu.
Dewi, salah satu petugas tiket maskapai penerbangan mengatakan, rata-rata pembelian tiket pesawat menjelang arus mudik H-7 sudah dilakukan saat ini, karena pembelian tiket pada H-7 hingga Lebaran telah ditutup.
Namun demikian, menurut dia, pihaknya akan tetap membuka loket tiket untuk penumpang yang masuk dalam daftar penumpang cadangan (waiting list).
"Kami terpaksa melakukan waiting list bagi penumpang saat arus mudik setelah H-7, karena pemesanan tiket saat ini sudah mengalami kenaikan signifikan lebih dari 50 %," katanya.
Sementara itu, terkait antisipasi terjadinya lonjakan penumpang pesawat di Bandara Juanda, pihak Angkasa Pura 1 Surabaya menurut rencana akan menambah jam ekstra penerbangan, kepada sejumlah maskapai penerbangan, khususnya jalur "gemuk" Surabaya-Jakarta.
Menurut Data di Airport Duty Manager, jumlah penumpang berangkat melalui Bandara Juanda saat ini masih tergolong normal dengan rata-rata penumpang berangkat sekitar 12 ribu orang per hari.
Diperkirakan lonjakan kenaikan penumpang terjadi pada H-7 dan sesudah lebaran. (*/rsd)