< >

Kaltim "Jual" Jembatan Teluk Balikpapan

Kamis, 20 September 2007 08:22
Kapanlagi.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berusaha menggaet investor dari Korea Selatan dan Australia untuk menambah modal pembangunan jembatan Teluk Balikpapan.

Tawaran investasi tersebut terungkap pada pertemuan yang digagas DPRD Kaltim di Samarinda, Selasa. Hadir saat itu Pemerintah Kota Balikpapan dan sejumlah perusahaan asal negeri ginseng seperti PT. Inko Mitra Pratama dan PT. Inko Sua International, serta perusahaan tambang Bildan asal Australia.

"Kami cukup berharap ada investor yang tertarik agar proyek ini dapat lebih cepat terealisasi," kata Wakil Walikota Balikpapan, Rizal Efendi, ketika ditemui usai pertemuan.

Ia mengatakan proyek tersebut agak terhambat sekitar dua tahun sejak direncanakan tahun 2005. Padahal, menurut dia, pembangunan jembatan Teluk Balikpapan dapat menunjang perkembangan kawasan ekonomi khusus di Kariangau yang terus diupayakan oleh pemerintah setempat.

"Selain itu jembatan itu diharapkan dapat menghubungkan jalur transportasi trans kaltim dan Kalteng," katanya.

Jembatan Teluk Balikpapan rencananya akan dibangun dengan memanfaatkan keberadaan Pulau Balang, sehingga kerap disebut sebagai jembatan Pulau Balang. Jembatan tersebut nantinya akan terdiri dari dua bentang dengan panjang total sekitar 1,2 kilometer, dan akan menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim yang melakukan kajian tahun 2005, total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp1,2 triliun. Bentang pertama sepanjang 400 meter yang menghubungkan Penajam dengan Pulau Balang direncanakan dapat dibiayai dari APBD Provinsi Kaltim.

Namun, kendala dana membayangi pembangunan bentang panjang dari pulau ke Balikpapan yang mencapai panjang 800 meter dengan tipe cable stayed. Pembiayaan bentang panjang yang direncanakan menggunakan dana APBN belum ada kejelasan hingga saat ini.

Anggota Kamar Dagang Asia-Pasifik, Rocky Pesik, yang hadir bersama rombongan investor mengatakan, tawaran investasi jembatan tersebut cukup menjanjikan. Menurut dia, adanya penghubung jalan darat dapat memperlancar investasi jangka panjang di Kabupaten Pasir yang memiliki potensi nikel, bijih besi dan kelapa sawit.

"Tanpa ada tawaran kemudahan dari pemerintah daerah, investasi di sana sangat menggiurkan. Selama ini, penghambat utamanya karena jalur transportasi di teluk Balikpapan hanya ada feri yang memakan waktu lama," katanya.

Ia menambahkan, perlu ada pembicaraan lebih lanjut mengenai model investasi dan uji kelayakan yang lebih baru dari pihak investor.

Hal senada juga dikatakan oleh Director Bildan, Michael Goddard. Menurut dia, perusahaan yang di bidang pertambangan nikel dan bijih besi ini sangat tertarik untuk berinvestasi.

"Untuk menunjang perkembangan bisnis di daerah yang memiliki banyak peluang ini, saya sangat antusias untuk berinvestasi ke depannya,"? ujarnya.

Pembangunan jembatan Pulau Balang tahun ini mulai dilaksanakan dengan pendanaan dari APBD Kaltim sebesar Rp9,43 miliar untuk kegiatan penyelidikan tanah, pengujian geosesmik sepanjang lintasan, pengadaan pancang pipa baja dan pemancangan tiang pipa. Ditargetkan jembatan tersebut sudah selesai dan dapat difungsikan pada 2010. (*/rsd)