"Walaupun gelombang masih lumayan besar, namun sebagian speedboat dan kapal, beberapa hari ini mulai berani berlayar menuju Tanjung Lalak dan Kotabaru," katanya, Kamis.
Gelombang setinggi tinggi meter disertai angin kencang beberapa hari lalu, membuat masyarakat di empat desa di tiga pulau ketakutan tidak berani bepergian meninggalkan pulau, meskipun hanya membeli barang sembilan bahan pokok (Sembako) di Tanjung Lalak dan Kotabaru.
"Mereka khawatir terjadi musibah seperti yang menimpa rombongan wartawan yang mengikuti kegiatan Bupati Kotabaru H Sjachrani Mataja, dalam lomba perahu karet di Pulau Kerayaan bulan lalu," jelas Yahyudin.
Namun beberapa hari ini masyarakat di Desa Kerayaan Barat, dan Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian dan Pulau Kerumputan, sebagian mulai melakukan pelayaran ke Tanjung Lalak dan Kotabaru, meskipun harus membayar biaya tinggi dari hari-hari biasa.
Dalam kondisi normal, biaya speedboat rata-rata Rp160 ribu (PP), namun karena gelombang masih relatif besar biaya transportasi menuju pulau-pulau tersebut masih mencapai Rp200 ribu (PP), demikian Yahyudin.
"Harga tiket masih disamakan seperti kondisi gelombang setinggi tiga meter tersebut, kenyataannya memang masih lumayan besar, namun karena mendekati lebaran maka kegiatan tersebut juga dipaksakan," katanya.
Selain ongkos transpotasi penumpang dan barang naik, harga sebagian sembako di Kerayaan, Kerasian dan Kerumputan saat puncak gelombang juga sedikit bergerak, namun tidak signifikan.
Sementara itu, hingga saat ini tiga pulau yang berada sekitar 10-20 mill di sebelah selatan Pulau Laut Kotabaru tersebut, masih dipadati penduduk yang sebagian besar suku Mandar, asal Sulawesi Selatan, dan telah menetap sejak orang tua mereka puluhan tahun silam.
Di Desa Kerayaan dan Pulau Kerayaan terdapat sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.000 jiwa. Pulau Kerasian sekitar 1.100 KK, atau sekitar 6.000 jiwa, dan Pulau Kerumputan dihuni sekitar 200 KK atau sekitar 4.000 jiwa.
Selain Kerayaan, Kerasian dan Kerumputan, Kabupaten Kotabaru masih memiliki sekitar 90 buah pulau-pulau kecil yang kini masih diinventarisasi pemerintah daerah setempat, namun hanya sebagian saja dihuni masyarakat.
Diantaranya, pulau yang dipadati penduduk adalah, Pulau Sebuku, di Kecamatan Pulau Sebuku, Pulau Marabatuan dan Pulau Maradapan, di Kecamatan Pulau Sembilan. (*/cax)