"Gue baru pulang dari gladi resik acara Isra Miraj. Gue pikir, gue kliyengan karena kecapekan ikut ngurus Pilkada. Tapi pas lihat lampu meja makan bergoyang, gue sadar itu gempa," kata Iis.
Tapi Iis tidak panik. Dia meminta suaminya membuka pintu depan agar mudah keluar rumah jika ada gempa susulan yang lebih besar. Setelah merasa aman, dia masuk ke kamarnya di lantai dua.
Ketika menghidupkan televisi, dia baru tahu gempa tersebut berpusat di Indramayu, kampung halamannya. "Kebetulan mami lagi di sini. Lalu aku telepon saudara yang di Indramayu, mereka malah ngomong nggak terasa apa-apa," imbuh wanita 34 tahun ini.
Kamis siang, Iis datang ke apartemennya di lantai 42 Sudirman Park, Jakarta. Banyak tembok yang retak karena gempa. "Apartemen gue juga retak-retak. Kebetulan lagi di renovasi, sekalian aja yang retak diperbaiki," kata Iis. (kpl/fia)








