< >

Telkom Langsung Mendaftar Tender USO Telekomunikasi Perdesaan

Jum'at, 21 September 2007 18:12
Kapanlagi.com - PT Telkom Tbk langsung mendaftarkan diri mengikuti tender penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika perdesaan KPU (Kewajiban Pelayanan Universal) / USO (Universal Service Obligation) yang secara resmi dibuka pendaftarannya hari oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Ditjen Postel.

"Pendaftaran hari ini resmi kami buka, dan PT Telkom sudah mendaftar pagi ini. Operator telekomunikasi yang lain belum ada (yang mendaftar)," kata Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto yang dihubungi di Jakarta, Jumat.

Pendaftaran yang dibuka dari tanggal 21 September sampai 2 Oktober 2007 di Kantor Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Jakarta itu disyaratkan dilakukan oleh pemimpin / direktur utama Perusahaan atau wakil yang memperoleh kuasa dari Pemimpin/ Direktur Utama Perusahaan.

Tender senilai Rp. 1.162.653.226.120 (bersifat multiyears) akan dilelangkan menjadi 11 blok geografis yang meliputi 38.471 desa.

Kesebelas blok WPUT teresebut yaitu Blok WPUT (Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi) I (NAD, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), Blok WPUT II (Jambi, Riau, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung), Blok WPUT III (Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung), Blok WPUT IV (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah).

Selain itu, Blok WPUT V (Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan), Blok WPUT VI (Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah), Blok WPUT VII (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara), Blok WPUT VIII (Papua dan Irian Jaya Barat), Blok WPUT IX (Maluku dan Maluku Utara), Blok WPUT X (Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), Blok WPUT XI (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur).

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh mengatakan kesebelas blok WPUT tersebut dibuat paket yang terdiri dari kombinasi blok WPUT yang menguntungkan secara ekonomi dan yang kurang menguntungkan.

"Bagaimana caranya agar operator mau membangun blok yang tidak menguntungkan. Mungkin kita kan memaketkan dengan blok yang kurang menguntungkan," kata Nuh.

Dia mencontohkan blok Blok WPUT XI (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur) yang menjanjikan secara ekonomi akan digabungkan tender pembangunannya dengan Blok WPUT VIII (Papua dan Irian Jaya Barat).

"Sehingga jangka panjangnya semua daerah di Indonesia akan terhubung dengan jaringan telekomunikasi," kata Nuh.

Dalam jangka pendek, program USO ini bertujuan bagi terwujudnya desa berdering pada tahun 2009 untuk sebanyak 38.471 desa di seluruh Indonesia.

Untuk jangka menengah adalah terwujudnya desa berbasis internet (desa pintar) pada tahun 2015 dengan mengimplementasikan pelayanan akses informasi di seluruh kecamatan.

Sedangkan program jangka panjang, adalah terwujudnya masyarakat informasi (information society) pada tahun 2025 melalui penyelenggaraan pemusatan pelatihan, pemanfaatan akses informasi, penyelenggaraan TV broadcast (aggregated broadcast) berbasis kebutuhan masyarakat dan pelayanan informasi lainnya. (kpl/rit)