< >

Pertamina Siapkan 35 Kantung BBM Jelang Lebaran

Sabtu, 22 September 2007 06:21
Kapanlagi.com - PT Pertamina (Persero) menyiapkan 35 kantung bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di sepanjang jalur mudik di Jawa dan Sumatera menjelang perayaan Lebaran.

Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di sela memantau stok BBM di ruang pengawasan (control room) di Gebung Pertamina, Jakarta, Jumat memperkirakan, pada H-10 hingga H+15 Lebaran, kebutuhan BBM akan meningkat 10-12 % dari kondisi normal.

"Apalagi, di jalur pantai utara Jawa, kenaikan konsumsi khususnya premium bisa mencapai 200 %. Karenanya, perlu tambahan cadangan premium di sejumlah SPBU di sepanjang jalur mudik," katanya.

Kantung BBM yang berupa tangki tambahan di SPBU itu akan dipergunakan, jika cadangan tangki penyimpanan BBM yang ada tidak mencukupi lagi.

Ke-35 kantung tersebut, sebanyak 34 di antaranya ditempatkan di sepanjang jalur mudik Jawa. Rinciannya, 16 akan ditempatkan di SPBU-SPBU yang berada di Jawa Tengah, 12 kantung di sekitar Jawa Barat, lima kantung di Jatim, dan satu kantung di Merak, Banten. Satu kantung sisanya ditempatkan di Lampung.

Selain menempatkan kantung BBM, menurut Hanung, pihaknya juga akan mengubah pemanfaatan dispenser di SPBU yang biasanya buat solar, dialihkan ke premium.

"Jika, biasanya ada empat dispenser solar dan empat premium, maka sebagai antisipasi Lebaran ini, dirubah menjadi enam dispenser premium dan dua solar," katanya.

Di samping itu, sebagai antisipasi menghadapi kemacetan jalur Pantura yang menyebabkan terhambatnya pengiriman pasokan BBM, lanjutnya, Pertamina akan menyiapkan armada operasi di beberapa titik jalur mudik.

"Jadi, ada sejumlah mobil tangki BBM yang `stand-by` di jalur mudik yang sewaktu-waktu bisa dipergunakan untuk mengisi SPBU yang kosong," katanya.

Ia mengatakan, Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membantu kelancaran pengiriman BBM.

Ruang Pengawasan

Menyangkut pemantauan stok BBM, Pertamina sejak empat bulan lalu telah mendirikan ruang pengawasan.

Melalui ruang itu Hanung mengatakan, pihaknya bisa memantau setiap saat tingkat stok BBM di depo, pergerakan distribusi baik kapal maupun mobil tangki dengan memakai sistem global positioning system (GPS).

"Dari sini, kami bisa tahu, di lokasi mana stok BBM-nya terganggu," katanya.

Berdasarkan pantauan di ruang itu, terlihat hanya depo Kota Baru, Kalsel saja yang dinyatakan kritis BBM jenis premium dan minyak tanah.

Persediaan premium di depo tersebut hanya mencukupi kebutuhan 1,9 hari, sementara minyak tanah hanya 1,28 hari. Sedangkan, stok normal di depo itu adalah tiga hari.

Namun, terlihat pula di ruang monitor tersebut kapal tanker Golden Pearl, yang membawa BBM buat depo Kota Baru telah berlabuh dan sedang melakukan bongkar muat.

"Sehingga pada Sabtu (22/9), status depo Kota Baru sudah akan normal kembali," katanya.

Pada saat ini, truk tangki yang telah dipasangi GPS baru 294 unit, dari ribuan mobil yang dimilikinya.

Rencananya, pada akhir tahun ini, Pertamina sudah memasang GPS di seluruh truk yang ada.

Selanjutnya, BUMN minyak tersebut juga berencana memasang sistem pengamanan elektronik di truk tangki.

"Sehingga, muatan hanya bisa dibongkar di lokasi tujuan," katanya. (*/rsd)