< >

Di Desa Lamablawa, Seorang Pemuda Bunuh Tetangganya

Sabtu, 22 September 2007 16:50
Kapanlagi.com - Stefanus Kopong Helan (28), seorang pemuda di Desa Lamablawa, Kecamatan Witihama di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/9) malam, membunuh seorang tetangganya, Maman Tokan (50-an) hingga tewas.

Pihak Kepolisian Flores Timur di Larantuka yang dihubungi dari Kupang, Sabtu, membenarkan insiden tersebut, dan mengatakan bahwa pelaku pembunuhan saat ini masih buron karena ia melarikan diri setelah membabat Maman Tokan dengan sebuah parang di dalam rumahnya.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, ketika itu korban bersama keluarganya sedang menonton televisi usai lepas shalat Tarawih.

Tanpa ada sebab-musabab, pelaku langsung membunuhnya setelah berjalan beberapa langkah dari kediaman kakeknya yang tak jauh dari rumah korban.

"Kami hanya mendengar teriakan histeris dan keributan, tetapi kami tidak tahu apa yang terjadi saat itu. Selang beberapa menit kemudian baru diketahui bahwa Stefen (panggilan akrab pelaku) telah membunuh Maman Tokan di dalam rumahnya," kata Simon Samon Lamanepa, seorang warga di sekitarnya.

Setelah kejadian itu, tambahnya, pelaku langsung melarikan diri, sementara tetangga di sekitarnya masih sempat menolong korban untuk di bawah ke RSUD Larantuka.

Namun, sesampai di Desa Hinga, Kecamatan Kelubagolit, korban sudah tak berdaya lagi dan mengembuskan nafas terakhir. Korban mengalami luka sobekan yang cukup parah di bagian dada dan punggung.

Maman Tokan dikenal oleh warga masyarakat sekitarnya sangat ramah dan tidak pernah bermusuhan dengan siapa pun.

Sementara, tersangka, menurut keterangan yang dikumpulkan dari berbagai sumber, sering berontak dan emosional serta mengurung diri dalam kamar seperti orang yang sedang dalam kebingungan.

Beberapa waktu lalu, ia sempat menghajar kakeknya Ama Sili tanpa alasan yang jelas. "Ia juga dipukul babak belur setelah menghajar kakeknya itu, tetapi ia sepertinya tidak merasa apa-apa," kata Karel Kiwang Ama, seorang warga Desa Lemablawa.

"Beberapa waktu lalu ketika berkunjung ke rumah kakeknya, saya sempat menyapanya (Stefen), namun nada jawabannya begitu kasar yang tidak biasa ia lontarkan kepada saya," tuturnya.

Menurut rencana, korban akan dimakamkan di sebuah pekuburan di Desa Lamablawa, sedang tersangka pelaku, saat ini masih dalam pencarian aparat kepolisian dari Kepolisian Sektor Waiwerang dibantu aparat Reskrim dari Polres Flores Timur di Larantuka. (*/cax)