< >

Maskapai Nasional Sarankan Penerbangan Darwin-Jakarta

Selasa, 25 September 2007 09:55
Kapanlagi.com - Manager Umum Garuda Indonesia untuk Northern Territory (NT), Sahrul Tahir, mengusulkan perlunya maskapai penerbangan nasional membuka rute penerbangan langsung Darwin-Jakarta untuk merespon besarnya potensi ekonomi negara bagian Australia itu serta menghubungkan Darwin ke kota-kota di Asia melalui Jakarta.

"Selama ini Darwin memang dikesankan sebagai isolated city (kota yang terisolasi) di Australia. Tapi kalau kita lihat di media, Pemerintah NT sendiri sangat aktif ke Hong Kong dan Vietnam atau pun Kamboja. Mengapa tidak kita manfaatkan (potensi) mereka ini apalagi tahun depan akan menjadi `Visit Indonesia Year`," katanya kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa.

Dengan membuka akses penerbangan langsung Jakarta-Darwin PP, waktu tempuh tidak sampai empat jam. Selama ini, Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Darwin-Denpasar-Jakarta dua kali seminggu namun total waktu tempuh mencapai 6,5 jam karena para penumpang yang akan ke Jakarta dari Darwin harus transit salama 2,5 jam di Denpasar Bali, katanya.

Penerbangan langsung Darwin-Jakarta itu juga akan membuka koneksi ke Hong Kong, Guangzhou, dan Vietnam. "Artinya kita membuka akses. Kalau airline (maskapai penerbangan) Indonesia tidak memulai, saya khawatir airline asing yang akan mendahului. Artinya Indonesia sebagai `follower` (pengikut) lagi," katanya.

Menurut Sahrul, Indonesia perlu mencoba mulai menjadi penggerak perekonomian dan perdagangan antar kedua negara dengan menyediakan akses langsung penerbangan penumpang maupun kargo.

"Usul ini sebenarnya mendapat dukungan dari sejumlah menteri Northern Territory, seperti Menteri Paul Handerson (menteri urusan multikultural, ketenaga kerjaan, pendidikan dan pelatihan, serta pariwisata), dan Menteri Konstantine Vatskalis (menteri urusan bisnis dan pembangunan ekonomi yang juga menteri pengembangan regional)," katanya.

Menteri Vatskalis bahkan mengirim misi dagang ke Aceh, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan pada Oktober 2007, katanya.

"Kita didorong untuk membuka penerbangan langsung Darwin-Jakarta. Dalam promosi penerbangan langsung itu, kita akan didukung selama tiga tahun berturut-turut oleh pihak Pemerintah NT. Tapi semua peluang ini kembali terpulang ke airline Indonesia yang mau karena Pemerintah NT juga akan mendorong airline Australia untuk mengisi kebutuhan penerbangan langsung Darwin-Jakarta itu," katanya.

Ia mengatakan, Garuda Indonesia sebenarnya didukung oleh sejumlah pengusaha peternakan dan kru rotasi industri perminyakan Indonesia untuk membuka penerbangan langsung Jakarta-Darwin PP itu.

"Khusus bagi kru rotasi industri perminyakan Indonesia, setiap bulannya ada sekitar 300 orang Indonesia yang harus kembali ke Jakarta sebelum ke Singapura," katanya.

Selama bertahun-tahun Garuda Indonesia perwakilan NT melayani rute penerbangan Darwin-Denpasar-Jakarta setiap Senin dan Jumat dengan pesawat 737-400 berkapasitas 16 kursi kelas bisnis dan 117 kursi kelas ekonomi.

Pesawat itu berangkat dari Denpasar pada pukul 01.20 dinihari dan tiba di Darwin pada pukul 05.20 pagi (waktu Darwin). Kemudian pesawat yang sama kembali terbang ke Denpasar dari Bandar Udara Internasional Darwin pada pukul 07.30 waktu setempat. (kpl/rit)