Direktur Hulu Pertamina Sukusen Soemarinda, di Jakarta, Selasa, mengatakan, revisi capex hingga Rp2-3 triliun itu dikarenakan sejumlah rencana proyek dan pengeboran sumur yang batal dilakukan tahun ini.
"Sejumlah proyek dan sumur mengalami keterlambatan drilling (pengeboran)," ujarnya.
Ia mencontohkan, pengeboran sumur di Simpang Way, Sumatera yang batal dilakukan tahun ini.
Sukusen mengatakan, hingga saat ini, Pertamina baru menggunakan 50 persen dari anggaran capex sebesar Rp10,1 triliun.
Meski demikian, ia meyakini, pada tahun depan, capex akan mengalami peningkatan dibandingkan 2007.
"Sejumlah proyek dan `drilling` yang tidak bisa dilakukan pada tahun ini, akan dikerjakan tahun depan," ujarnya.
Sukusen juga menambahkan, pengembangan lapangan minyak Pondok Tengah, Bekasi tidak akan terpengaruh dengan penurunan capex tersebut.
Meski, lanjutnya, target produksi yang sebelumnya direncanakan mencapai 12.000 barel per hari pada akhir tahun 2007 kemungkinan sulit tercapai.
"Sekarang ini, produksinya baru 3.800 barel per hari," katanya.
Secara keseluruhan, capex Pertamina 2007 ditargetkan mencapai Rp14,9 triliun yang terdiri dari hulu Rp10,1 triliun dan hilir Rp4,8 triliun.
Sedangkan pada 2006, realisasi capex Pertamina mencapai Rp6,3 triliun. (kpl/rit)