"Terkait hal itu REI (Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia) hanya sanggup memenuhi 60% dari target 120.000 unit RSh," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI, Lukman Purnomosidi di Jakarta, Senin malam usai berbuka puasa dengan anak yatim di Masjid Taman Rasuna.
Lukman memprediksikan sampai dengan September ini realisasi RSh sekitar 70.000 unit, sebanyak 60.000 unit diperoleh dari pembiayaan BTN, sedangkan sisanya dari bank-bank lain.
Kendala tersebut datangnya dari berbagai sektor seperti kesulitan kayu yang dilaporkan anggota REI di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah yang sebenarnya merupakan provinsi penghasil kayu terbesar di Indonesia.
"Sungguh ironis di satu sisi daerah produsen tetapi pengembangnya mengalami kesulitan. Bahkan dilaporkan di daerah itu banyak terjadi pembalakan liar. Persoalan itu sebenarnya hanya bisa selesai jika gubernur bisa turun tangan," kata Lukman.
Sedangkan kendala pengadaan listrik ditemukan di NTT dan Pulau Bintan. Bahkan daerah yang disebut terakhir ini dari 7000 rumah yang sudah terbangun ternyata hanya 200 saja yang bisa dialiri listrik, lainnya menunggu giliran, ungkapnya.
Lukman mengharapkan pemerintah dapat turun tangan agar dana subsidi listrik yang setiap tahun dialokasikan kepada PLN dapat disalurkan guna mendukung pembangunan RSh.
Kendala lainnya berasal dari pembiayaan uang muka yang bersumber dari Bapertarum dan Jamsostek yang saat ini seolah-olah menjadi uang belakang karena prosedur pencairannya seperti itu, ujar Lukman.
Lukman menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Menpera dapat membenahi prosedur pencairan karena ini terkait dengan kemampuan konsumen dalam membeli rumah.
Terkait dengan target pencapaian rumah, ditempat terpisah Direktur Bank Tabungan Negara (BTN), Iqbal Latanro tidak sependapat. Alasannya masih ada sisa waktu tiga bulan lagi sementara siklus KPR biasanya terjadi setelah September.
"Kalau melihat perkembangannya realisasinya sudah lebih dari tahun 2006. Jadi optimis target 100.000 unit BTN akan terlampaui karena biasanya permohonan KPR masuk setelah lebaran," kata Iqbal. (kpl/rit)