"Kami ingin industri di Indonesia masuk jaringan pasokan dunia dan mendapat nilai tambah dari pekerjaan tersebut," kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Depperin Budi Darmadi, di Jakarta, Selasa (25/09), pada pemaparan rencana Bursa Komponen Kelima pada 27-28 Nopember 2007.
Terkait dengan hal tersebut, Budi menilai Bursa Komponen yang telah diadakan selama empat tahun telah mampu meningkatkan investasi dan keragaman pembuatan komponen oleh industri kecil, menengah dan besar di Indonesia untuk memperkuat struktur industri nasional khususnya di sektor elektronik dan otomotif.
"Saya melihat saat ini investasi dan ragamnya (komponen) meningkat," katanya.
Budi mengatakan pengembangan industri komponen elektronik dan otomotif menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan daya saing terutama di pasar ASEAN mengingat elektronik dan otomotif termasuk 11 komoditas prioritas yang akan diliberalisasikan intra ASEAN.
"Dalam Bursa Komponen nanti kami mengundang perwakilan dari Asean Electronic's Forum karena ada MRA (Mutual Recognition Agreement) pada 2011 nanti," katanya.
Selain itu, Budi berharap Bursa Komponen juga bisa dipakai untuk menindaklanjuti program kerjasama pengembangan kapasitas teknis yang dijanjikan Jepang dalam Kemitraan Ekonomi dengan Indonesia (IJEPA) yang baru ditandatangani Agustus lalu.
Ditambahkan salah satu pengurus Kadin Indonesia, Heru Santoso, Bursa Komponen selama ini terbukti mampu menghubungkan antara industri barang jadi (set manufacture) dengan industri komponen sehingga terjadi kontak bisnis yang saling menguntungkan, guna menekan ketergantungan pada produk impor.
"Selama ini kami kesulitan mencari industri komponen mana yang mampu membuat komponen elektronik yang kami perlukan. Namun dengan memamerkan produk komponen yang kami butuhkan, industri komponen bisa melihat sendiri apakah mereka mampu membuat komponen tersebut," ujar Heru yang juga Direktur Produksi PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Selain itu, kata dia, industri komponen juga bisa memamerkan kemampuannya dan produk komponen yang mereka kembangkan sendiri sehingga industri barang jadi tidak kesulitan menemukan industri komponen yang mereka butuhkan.
"Dengan demikian industri barang jadi di Indonesia bisa meningkatkan daya saingnya dan industri komponen bisa masuk jaringan pasokan komponen dunia," kata Heru.
Sementara itu Wakil Presdir PT Indonesia Epson Industry (IEI) Eiichi Abe mengakui menerima manfaat dari Bursa Komponen karena bisa menemukan industri yang mampu membuat komponen printer yang dibutuhkan sehingga tingkat kandungan lokalnya terus meningkat mencapai 70%.
"Tingkat kandungan lokal itu sudah mendekati maksimal, sekarang tinggal bagaimana meningkatkan kualitas komponen lebih baik, agar kami (sebagai produsen printer) bisa bersaing memasok pasar dunia," katanya.
Efisiensi dan peningkatan penggunaan komponen lokal diakui Abe, mampu meningkatkan daya saing produknya sehingga saat ini produksi printer meningkat sekitar 10% dari produksi rata-rata per bulan satu juta printer. (*/lpk)