"Saya mengajak komunitas bisnis Tiongkok untuk berinvestasi ke Indonesia dan berpartisipasi dalam PPE bulan depan," kata Mendag Mari, ketika berbicara dalam Forum Bisnis Pengusaha RI-RRT, di Shanghai, Selasa (25/09).
Hadir dalam forum itu Mendag Tiongkok Bo Xilai, Dubes RI untuk Tiongkok Sudrajat, Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Mohamad Oemar, Ketua Asosiasi Bisnis Indonesia-Shanghai (IBAS) Adi Harsono, serta ratusan pengusaha dari Indonesia dan Tiongkok.
Penyelenggaraan Forum Bisnis tersebut merupakan salah satu rangkaian Komisi Bersama RI-RRT yang tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-9 yang membahas upaya kedua negara meningkatkan kerjasama ekonomi secara luas, antara lain isu akses pasar, serta investasi, dan kerjasama keuangan.
Mendag mengatakan, sangat banyak peluang kerjasama investasi yang bisa dilakukan oleh investor Tiongkok yang selama ini juga sudah berjalan cukup baik.
"Indonesia menyambut baik partisipasi Tiongkok di program akselerasi 10.000 mega watt (MW) pembangkit listrik dan berbagai bidang investasi lain," kata Mendag.
Sementara di bidang perdagangan, kedua belah pihak juga menyambut baik operkembangan perdagangan yang telah dicapai selama ini dan optimis bahwa target US$20 miliar total perdagangan bilateral akan dicapai sebelum 2008 seperti yang menjadi target kemitraan strategis.
RRT, kata Mendag, merupakan salah satu negara mitra strategis Indoensia, yakni sebagai negara tujuan ekspor ututan ke-4 dan menjadi sumber impor ke-3.
Menurutnya, RRT juga menjadi sumber kerjasama di bidang teknologi, antara lain sektor energi termasuk pembangunan pembangkit tenaga listrik 10.000 MW, jalan tol dan jembatan Surabaya-Madura, pembangunan bendungan di jatigede, serta bantuan untuk penanggulangan wabah flu burung.
Total nilai perdagangan Indonesia-RRT tahun 2006 mencapai US$14,98 miliar naik 19,79% dibanding 2005 sebesar US$12,51 miliar.
Selama Januari-Mei 2007 nilainya mencapai US$6,94 miliar naik 27,69% dibanding periode sama 2006 sebesar US$5,45 miliar.
Berikan Informasi
Dalam forum bisnis tersebut, Mendag Mari berkesempatan menyampaikan informasi terakhir mengenai reformasi kebijakan di bidang ekonomi, perbaikan iklim investasi dan kebijakan perdagangan.
"Pemerintah akan terus untuk menciptakan iklim usaha yang bershabat bagi para pengusaha, sehingga tidak ada alasan bagi pengusaha Tiongkok untuk tidak melakukan hubungan perdagangan dan berinvestasi di Indonesia," kata Mendag.
Indonesia, katanya, memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup melimpah sehingga dapat diolah dan dioptimalkan oleh investor Tiongkok atas dasar saling menguntungkan.
Dari Indonesia para pengusaha diikuti oleh Kadin Indoensia Komite Tiongkok dengan sekitar 40 pengusaha, sementara dari RRT diikuti oleh sekitar 71 pengusaha yang mewakili 40 perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang. (*/lpk)