
"Oh, kita tidak menempatkan diri sebagai pihak yang ingin memboikot. FFI harus tetap ada," kata Mira Lesmana, ketika dijumpai sesaat sebelum tampil berbicara dalam Diskusi, 'Jadikan FFI Milik Kita Semua', di Jakarta, Senin (24/9).
Menurut Mira, FFI merupakan festival tertua dan memiliki kaitan sangat kuat dengan sejarah perfilman di Indonesia, dan karenanya tidak boleh mati melainkan harus terus dilaksanakan.
Pendapat senada dikemukakan Riri Riza, yang juga hadir namun meninggalkan tempat saat diskusi baru saja dimulai. "Kita (MFI) tidak anarkis, tidak anti dialog. FFI diselenggarakan oleh BP2N karena UU menuntutnya demikian, Kita siap berdialog kok," kata Riri.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya maupun anggota MFI yang lain banyak yang terlibat dalam proses persiapan penyelenggaraan FFI, sejak kembali digelar tahun 2004. "Sejak 2004 sampai tahun lalu saya terlibat loh," katanya.
Lebih jauh Riri membantah kabar yang menyebutkan bahwa MFI akan segera menggelar festival film tandingan FFI. "Kita belum sampai pada konsep berpikir seperti itu. Kalau ada teman dari MFI yang bicara begitu, itu pribadi," tandasnya.
Ketika ditanyakan, "Apakah kehadiran Anda dan Mira di sini (acara diskusi yang diselenggarakan FFI/BP2N-red), mewakili MFI?" Sutradara muda yang dikenal paling keras bersuara ketika aksi pemulangan Piala Citra ini dengan tegas mengatakan, "Oh iya!"
Penyelenggaraan FFI 2007 yang direncanakan digelar di Pekanbaru, Riau, tampaknya akan didukung oleh MFI. Dalam diskusi, Mira Lesmana mengatakan bahwa pihaknya sudah mengadakan dialog dengan panitia Ad hoc FFI yang dibentuk BP2N, dan melihat adanya idealisme penyelenggaraan yang memenuhi keinginan MFI. "Paling tidak ada tiga idealisme yang kami lihat," katanya.
Bentuk ideal penyelenggaraan FFI yang dimaksudkan Mira antara lain, FFI hanya diselenggarakan untuk film bioskop/layar lebar, dibuat oleh dan untuk masyarakat film tanpa campur tangan pemerintah, adanya rencana Pekan Film Nasional sebagai kegiatan pendukung berisi diskusi-diskusi film.
Ia juga mengungkapkan harapan-harapan penyelenggaraan FFI dilakukan dengan sistem yang digunakan 'Academy Award of Motion Picutre' (Piala Oscar), misalnya adanya kontribusi asosiasi sutradara untuk menentukan nominasi 'Sutradara Terbaik', asosiasi aktor untuk menentukan nominasi 'Aktor Terbaik', dan sebagainya.
MFI sendiri, katanya, sampai saat ini sudah menyiapkan pembentukan asosiasi-asosiasi tersebut. Menyinggung soal penghargaan untuk film televisi/sinetron, Mira menyatakan seharusnya dibuat ajang tersendiri atau terpisah dari FFI. (*/boo)
Lihat Profil: Mira Lesmana, Riri Riza, Nia Dinata
NAH, KAN! KONTRIBUSI ASOSIASI SUTRADARA