Seorang pejabat Jepang dan seorang atase pertahanan Jepang untuk China akan menyaksikan dan menghadiri "Warrior 2007" latihan militer China yang dikatakan oleh pejabat Kementrian Pertahanan China Qian Lihua sebagai strategi yang tepat untuk memperkuat kerja sama militer.
"Akan ada lebih banyak kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan antara Jepang dan China," demikian dikatakan oleh harian China, China Daily yang mengutip ucapan Qian.
Kabar tersebut datang pada hari yang sama dimana parlemen Jepang akan melantik Yasuo Fukuda sorang ahli hukum yang memiliki hubungan yang erat dengan negara-negara tetangga Jepang, sebagai perdana menteri yang baru.
Jepang menginvasi sebagian wilayah China dari tahun 1931 hingga tahun 1945 dan hubungan kedua negara masih dibayangi pada perilaku kerajaan Jepang semasa perang dunia ke dua.
Setiap adanya kemajuan ataupun peningkatan hubungan Jepang dengan China diamati dengan seksama oleh Taiwan yang merupakan bekas koloni Jepang yang diklaim oleh China sebagai bagian integral negaranya.
Menteri pertahanan China Cao Gangchuan berkunjung ke Jepang yang merupakan kunjungan pejabat pertahanan China yang pertama berkunjung ke Jepang selama hampir satu dekade, untuk menyampaikan undangan bagi para pengamat Jepang.
"Transparansi militer China semakin meningkat, walaupun kami menginginkan yang lebih lagi," harian China itu mengutip ucapan seorang pejabat pertahanan Jepang, Okimura Yoshihiko.
Sebanyak pengamat dan pejabat tinggi militer dari 35 negara telah diundang China untuk menyaksikan program pelatihan militer tahun ini. (*/lpk)