< >

Terlambat Pasok, SPBU Kendari Kehabisan Premium

Rabu, 26 September 2007 20:20
Kapanlagi.com - Akibat keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari depot Pertamina Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Kota Kendari, habis.

SPBU yang berada di jalan A Yani, Malik Raya, Puwatu dan Tipulu tidak dapat melayani konsumen karena tidak memiliki cadangan premium untuk mengantisipasi keadaan tersebut.

Biasanya, kata petugas SPBU di Jalan A. Yani, Ny Ita, tiga hari sebelum terjadinya keterlambatan pasokan BBM pihaknya sudah diberitahu oleh Depot Pertamina. Menurut dia, sejak pagi hari, pihaknya tidak melayani konsumen hingga terjadi antrian kecil di dalam kompleks SPBU, utamanya kendaraan dari luar kota.

Para konsumen SPBU terpaksa harus membeli premium ditingkat eceran dengan harga Rp5.000/botol yang takarannya tidak mencapai satu liter.

Menurut Kasi Kelistrikan dan Energi Dinas Pertambangan Sultra, Ir Hamka, keterlambatan pasokan BBM ke SPBU hari ini (26/9)disebabkan kapal yang mengangkut BBM tersebut belum sampai di Depot Pertamina Kendari.

Berdasarkan jadwal, kapal dengan kapasitas 900 kl tersebut seharusnya merapat di depot Pertamina Kendari hari ini (26/9), namun ditunda hingga esok hari (27/9), sebab masih dalam perjalanan menuju ke Kendari, katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrian panjang di SPBU dalam Kota Kendari, mobil tangki angkutan premium diarahkan ke depot pertamina Kabupaten Kolaka untuk mengangkut BBM jenis premium.

Seharusnya Depot Pertamina Kendari memiliki cadangan premium untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, sebab hal tersebut sudah sering dialami, ujarnya.

Supir angkutan antar kabupaten, Kartono yang ditemui di SPBU A Yani, mengaku, terpaksa harus menunda keberangkatan angkutannya akibat tidak memiliki premium yang cukup untuk perjalanan ke luar kota. "Dari pada mogok di jalan, lebih baik tidak usah berangkat," ujarnya. Pihaknya tidak ingin membeli premium dari pengecer, sebab dikhawatirkan memiliki campuran minyak tanah dan takarannya tidak mencukupi.

Menurut dia, menjelang lebaran pihak pertamina harus lebih siap, sebab kendaraan yang beroperasi akan semakin bertambah, termasuk penggunaan BBM jenis premium. Jika pertamina tidak siap, maka angkutan kendaraan lebaran pasti tidak akan berjalan lancar, katanya. (*/boo)


BERITA TERKAIT