Ribuan Pengacara Demo di Kantor PM Malaysia
Kapanlagi.com - Ribuan demonstran terdiri atas pengacara, politisi, dan aktivis LSM, melakukan longmarch dari kantor Mahkamah Agung ke kantor PM Malaysia, di Putrajaya, Rabu (26/9).Mereka menuntut investigasi berkaitan beredarnya video klip delapan menit yang menggambarkan seorang pengacara bicara dengan hakim tinggi via HP soal pengangkatan (promosi) beberapa hakim tinggi. Demo yang diorganisir oleh Malaysian Bar (organisasi pengacara Malaysia) diikuti oleh politisi, aktivis LSM dan masyarakat biasa berlangsung damai. Mereka melakukan longmarch sepanjang satu kilometer dari kantor Mahkamah Agung (Mahkamah Persekutuan) ke kantor PM Malaysia di Putrajaya. Mereka kemudian berkumpul di bundaran taman depan kantor PM Malaysia. Sementara itu, empat wakil mereka mencoba menerobos masuk ke kantor PM, sedangkan massa berkumpul di depan kantor. Walau hujan besar dan seolah-olah tidak mau berhenti tidak membuat demonstrasi bubar. Sebagian besar pengacara bertahan walau hujan begitu lebat dan membuat seluruh baju basah hingga kembalinya tim delegasi. Beberapa polisi mencoba menahan longmarch dan berupaya provokasi dengan teriakan "Kalian bodoh. Bodoh", tetapi tidak ditanggapi. Tampak hadir dalam demonstrasi itu ialah Presiden Malaysian Bar (wadah pengacara Malaysia) Ambiga Sreenevasan, Presiden MTUC (Malaysian Trade Union Congress) Syed Shahir, Ketua Angkatan Muda Partai Keadilan Rakyat Shamsul Iskandar Mohd Akin. Sambil melakukan longmarch mereka berteriak, "We want justice", "Tangkap, Siasat", sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Bersihkan Badan Kehakiman", Stop The Patronage", "Stop The Rot" dan "Not To Corruption". Para pengacara melakukan demonstrasi tanpa izin itu di Putrajaya berkaitan dengan beredarnya di masyarakat video klip delapan menit yang isinya menggambarkan seorang pengacara keturunan India VK Lingam berbicara dengan seorang hakim tinggi via HP pada tahun 2002 (era PM Mahathir) mengenai upayanya mengatur pengangkatan hakim-hakim tinggi di Malaysia. Presiden Malaysia Bar Ambiga mengatakan,"Kami sangat sedih dengan fakta itu. Kami menuntut administrasi pengadilan harus bersih dari mafia. Tetapi kami bangga dengan banyaknya pengacara yang ikut demonstrasi hari ini," katanya. Partai Keadilan Rakyat minggu lalu mengadakan jumpa pers berkaitan dengan bukti rekaman tersebut. Rekaman yang jatuh ke partai oposisi membuat marah pemerintah Malaysia. Malaysian Bar yang memiliki jaringan di seluruh wilayah Malaysia memiliki 12.000 anggota pengacara. (*/boo) |