"Penggunaan kekerasan tidak akan memecahkan apapun, karena ini bisa mendatangkan satu rencana politik," kata Christopher Hill, asisten menteri luar negeri AS di bidang Asia Timur kepada wartawan.
"Semua negara hendaknya menggunakan semua pengaruhnya bahwa mereka bisa. Saya rasa setiap negara mempunyai beberapa pengaruh terhadap Burma, dan saya yakin China adalah salah satunya," katanya menambahkan.
China, salah satu sekutu terdekat junta militer Myanmar dan merupakan mitra perdagangan terpentingnya, mengekang diri dari bersikap diam meskipun masyarakat dunia menentang tindakan kekerasan terhadap para pemrotes.
Utusan China di PBB Wang Guangya mengatakan di New York Rabu, bahkan sanksi-sanksi yang dikenakan terhadap pemerintah militer Myanmar tidak akan banyak membantu.
Namun kementerian luar negeri China menyerukan pemerintah Myanmar perlunya stabilitas di dalam negeri, dan sumber-sumber diplomatik di Brussels mengatakan kepada AFP bahwa China secara pribadi telah menasehati junta untuk `tidak melakukan tindakan berlebihan.`
Hill mengatakan AS, China dan semua negara hendaknya melakukan konsultasi secara serius dan melakukan apa yang mereka perlukan untuk menekan pemerintah Myanmar tidak menggunakan kekerasan.
"Itu sesuatu yang harus diprihatinkan oleh semua negara mengenai ... bagaimana menggunakan pengaruhnya mereka untuk mencegah penguasa Burma melakukan tindakan keras terhadap para pelaku protes yang dilakukan secara damai itu.
"Kami semua hendaknya sepakat terhadap kenyataan bahwa pemerintah Burma hendaknya menghentikan pemikiran bahwa semua ini harus dipecahkan dengan aksi polisi dan militer, serta mulai memikirkan mengenai perlunya beberapa tindakan rekonsiliasi secara ikhlas."
Hill, yang berada di Beijing untuk menghadiri perundingan enam negara mengenai program senjata nuklir Korea Utara, dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri China Wu Dawei Kamis malam. (*/cax)