Misalnya batubara, gas, dan air untuk penggerak pembangkit memiliki kandungan cukup banyak yang belum digarap, kata Direktur Utama PT (Persero) PLN, Edi Widiyono di Jambi, Kamis (27/9).
Sesuai misi ganda yang diemban PLN harus siap pada 2020, menurut Dirut PLN itu paling tidak pemerataan listrik untuk dinikmati seluruh rakyat Indonesia bisa dicapai.
Namun untuk mencapai proyeksi Indonesia bisa menjadi kontributor dunia juga harus bersaing ketat dengan negara di Asia Tenggara, terutama Malaysia yang hingga kini berani menjual listrik dengan harga murah 5,3 sen per kwh.
Sementara Indonesia belum mampu menyaingi Malaysia karena membeli listrik rata-rata mencapai 3 dolar per kwh.
Untuk menjual tarif listrik murah, PLN akan terus mencari terobosan kerjasama dengan lain investor dan pemerintah daerah. (*/boo)