"Antisipasi kecelakaaan harus benar-benar disiapkan," kata Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Hardi Soesilo ketika memimpin rombongan DPR meninjau sejumlah prasarana perhubungan di Surabaya, Jumat.
Jika ternyata angka kasus kecelakaan atau kematian pemudik tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, berarti pelayanan pemerintah gagal, tambahnya.
Dia mengingatkan, meskipun pada saat puncak arus mudik jalan-Jalan bakal sangat padat, harus tetap ada jalan alternatif untuk membawa korban kecelakaan ke rumah sakit secara cepat.
"Kalau perlu helikopter yang ada dikerahkan untuk mengangkut korban kecelakaan di saat lalu lintas padat," ujarnya seraya menambahkan, apalagi tahun ini pemudik dengan sepeda motor diperkirakan akan makin banyak jumlahnya.
"Fenomena ini juga harus di antisipasi, agar mereka yang mudik dengan sepeda motor juga bisa dijamin keselamatannya," ujarnya.
Menurut Hardi, pelayanan mudik Lebaran merupakan amanat yang harus dilaksanakan Pemerintah untuk masyarakat. Oleh sebab itu, penyiapan angkutan mudik lebaran jangan hanya dianggap sebagai tugas rutin, tapi pemerintah harus terus meningkatkan mutu layanannya, termasuk dalam masalah keselamatan para pemudik.
Lokasi yang ditinjau rombongan Komisi V itu meliputi Bandara Djuada, terminal bus Bungur Asih, pelabuhan Tanjung Perak, Dermaga Penyeberangan Kamal, Stasiun KA Pasar Turi dan Stasiun Gubeng.
Saat meninjau Stasiun Bungur Asih, Hardi dan beberapa anggota Dewan sempat mewawancarai para sopir bus antarkota antarpropinsi. Di antaranya mereka menanyakan mengenai pengontrolan rem pada bus yang beroperasi.
Menurut Hardi, masalah kesiapan teknis tiap bus ini harus jelas siapa penanggung jawabnya. "Kalian juga harus mengingatkan pihak perusahaaan soal kesiapan teknis ini," kata Hardi kepada para sopir bus.
Hal penting lainnya untuk mendukung kenyamanan dan keamanan mudik Lebaran adalah insentif bagi petugas. Mereka yang bertugas pada saat hari libur itu harus diberi insentif, jika tidak bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik, katanya.
Saat peninjauan anggota DPR itu situasi terminal tampak masih belum penuh, demikian juga di bandara, stasiun dan pelabuhan.
Di pelabuhan Tanjung Perak, Adpel Kapten Untung menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan di antaranya dengan mengerahkan kapal-kapal cadangan saat terjadi puncak arus mudik dan arus balik.
Untuk penyeberangan ke Madura akan ada 18 kapal yang beroperasi sementara pada hari biasa hanya 12 kapal. (kpl/rit)