< >

Pemerintah Akan Tingkatkan Program Kemitraan

Jum'at, 28 September 2007 22:45
Kapanlagi.com - Pemerintah, dalam rangka meningkatkan program kemitraan, akan melakukan sinergi antar para pembina Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) sehingga dana yang akan disalurkan mencapai sasaran dan dapat mengurangi kendala yang selama ini terjadi.

"Untuk mendorong program kemitraan berkembang lebih cepat Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan No.7 tahun 2006 tentang Program Kemitraan tanpa izin pemerintah," kata Staf Ahli Menteri Bidang Kemitraan Usaha Kecil, Kementerian BUMN, Parikesit Suprapto, usai penandatanganan Kerja sama Penyaluran Kredit Program Kemitraan Tebu Rakyat 2007/2008 kepada pers di Surabaya, Jumat (28/09).

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Keuangan Pertamina Federick ST Siahaan dan Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara X Surabaya, Thendry Supriatno yang disaksikan Staf Ahli Kementerian BUMN Bidang Kemitraan Usaha Kecil.

Ia mengatakan, BUMN yang memiliki dana harus bekerjasama dengan badan usaha yang memiliki kemampuan menyalurkan dana itu ke petani, sehingga program kemitraan berhasil dengan baik.

BUMN selama ini mengalami kendala dalam menyalurkan kredit kepada para petani, dengan adanya badan usaha lainnya seperti PTPN dan PNM maka penyaluran kredit kepada masyarakat mencapai sasaran, katanya.

BUMN, menurut dia, memiliki dana namun kurang mempunyai ahli, sedangkan PTPN maupun PNM mempunyai sedikit modal, namun memiliki keahlian dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat yang dituju.

Karena itu dengan bersinergi penyaluran dana pinjaman BUMN dapat dilakukan dengan cepat dan tepat dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan usahanya, katanya.

Pinjaman Rp100 miliar

Pertamina dalam hal ini menyalurkan dana sebesar Rp40 miliar kepada PTPN X Surabaya yang akan disalurkan kepada petani Tebu yang saat ini mencapai 1.600 orang, kata Federick ST Siahaan.

Ia mengatakan, Pertamina menyalurkan bantuan kredit modal usaha bagi petani tebu di wilayah kerja PTPN X yang akan berperan sebagai lembaga penjaminan bagi petani.

Para petani harus mengajukan kredit ke Pertamina untuk Tebu Rakyat Masa Tanam 2007/2008 dengan bunga yang ditanggung petani besarnya sama dengan bunga kredit Ketahanan Pangan dan Energi.

Petani tebu dapat memperoleh pinjaman sebesar Rp25 juta per hektar/orang dengan skema pendanaan ini, maka akan dapat membantu 1.600 petani tebu, katanya.

Menurut dia, perjanjian kerjasama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup petani di Indonesia yang perlu diberikan akses lebih jauh.

Apalagi tebu adalah komoditi yang bernilai tinggi selain sebagai bahan pembuatan gula juga tetes tebu dapat diproduksi sebagai etanol yang merupakan bahan bakar alternatif (biofuel), ucapnya.

Program kemitraan ini sebenarnya membutuhkan dana sebesar Rp400 miliar, dimana sekitar Rp100 miliar akan diberikan kepada PTPN X yang berasal dari Bank Mandiri Rp50 miliar dan Rp40 miliar dari Pertamina, sedangkan sisa BUMN lainnya.

"Sekitar Rp300 miliar dana itu akan diperoleh dari sejumlah bank pelaksanaan program kemitraan antara lain, BRI, Bank Jatim, Bank Agro dan Bank Bukopin," tuturnya.

Sementara itu Thendy Surpriatno mengatakan, produksi tebu saat ini mencapai 6,5 juta ton per tahun, dengan adanya program pembinaan kredit tebu, diharapkan produksi tebu pada tahun depan akan bisa meningkat.

"Kami optimis produksi tebu akan meningkat tajam, sehingga membantu mengurangi impor gula dari negara lain," katanya.

Apalagi, lanjutnya kebutuhan dana bagi para petani untuk masa tanam 2007/2008 sangat besar, karena program kemitraan saat tepat untuk digulirkan lebih jauh.

Menurut dia, di Surabaya ada 6.000 petani tebu yang berasal dari Kawasan Mandiri dan Wilayah Pertamina masing 2.500 orang dan 1.600 orang, dan sisanya wilayah lain.

Selain itu 11 pabrik gula dengan kapasitas produksi 35.000 ton per hari yang diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 45.000 ton per hari. PTPN sendiri telah menyalurkan kreditnya sebesar Rp1 miliar kepada petani tebu. (*/lpk)