< >

Asbenindo: 2007, Impor Jagung Turun Rp2,2 Triliun

Senin, 01 Oktober 2007 10:12
Kapanlagi.com - Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) mengungkapkan selama 2007 terjadi penghematan devisa dari impor jagung senilai Rp2,2 triliun.

Ketua Umum Asbenindo, Elda Adiningrat di Jakarta, Minggu, mengatakan, pada tahun ini impor jagung diperkirakan sebanyak 600 ribu ton, termasuk 500 ribu ton yang telah direalisasikan pada Januari-Pebruari 2007.

"Impor tersebut lebih rendah 1,1 juta ton dibanding tahun 2006 yang mencapai 1,6 juta ton bahkan pada 2005 mencapai 3 juta ton," katanya.

Jika harga jagung di pasar internasional saat ini sebesar 280 dolar AS per ton, tambahnya, maka pada 2007 terjadi penghematan impor jagung senilai Rp2,2 triliun.

Menurut dia, terjadinya penurunan impor jagung tersebut disebabkan produksi dalam negeri mengalami peningkatan pada tahun ini.

Berdasarkan data Departemen Pertanian, target produksi jagung nasional 2007 adalah 13,5 juta ton, atau meningkat 800.000 ton dari sekitar 12,7 juta ton tahun lalu sedangkan pada 2005 mencapai 12,53 juta ton.

Sementara itu Manajer Bisnis Kawasan Asean, PT Dupont, Andy Gumala mengingatkan dalam 3-4 tahun ke depan Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional dari produksi dalam negeri karena ketersediaan di pasaran internasional semakin menurun sehingga tidak bisa lagi mengandalkan impor.

"Tiga hingga empat tahun ke depan akan susah mendapatkan jagung impor. Mau tidak mau produksi dalam negeri harus ditingkatkan," katanya.

Andy mengatakan, upaya peningkatan produksi jagung dalam negeri sangat besar potensinya karena dari 3 juta hektar areal jagung yang ada saat ini baru 30% yang menggunakan benih hibrida.

Dengan menggunakan benih hibrida, lanjutnya, produktivitas per hektar mencapai 6 ton sementara benih komposit hanya menghasilkan 2 ton/ha.

"Jika saat ini areal penanaman jagung hibrida ditingkatkan seluas 0,5 juta ha saja maka akan diperoleh tambahan produksi jagung sebanyak 2 juta ton," katanya. (kpl/rit)