< >

Delapan Perusahaan Asing Investasi Rp624 M di Kotabaru

Senin, 01 Oktober 2007 15:12
Kapanlagi.com - Sebanyak delapan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalsel, merealisasikan investasinya sebesar Rp424 miliar, meski angka itu lebih kecil dari pada rencana semula.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal, Kotabaru, Ir Mukhlis Hamidi mengatakan , Senin delapan perusahaan itu bergerak di bidang jasa (dua perusahaan,) pertambangan umum, tambang batubara, jenis usaha perikanan, perkebunan kelapa sawit, perkayuan, dan industri kayu, masing-masing satu perusahaan.

Tiga perusahaan jasa pertambangan umum, diantaranya, PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), jenis usaha terminal batubara di Pulau Laut Barat, dengan nomor surat persetujuan 171/PMA/1990, dan ijin usaha tetap nomor 593/T/Pehubungan/1999 tertanggal 28 September 1999, rencana investasi Rp250 miliar dan realisasi investasi sekitar Rp128 milir.

Tenaga kerja yang dilibatkan meliputi 15 orang tenaga asing dan 381 tenaga kerja lokal, dalam kondisi produksi serta pengembangan.

PT Indocoal Kalsel Recoorces, jenis usaha jasa penunjang pertambangan umum, nomor surat persetujuan 92/V/PMA/2007 rencana investasi Rp2 miliar, PT Rock Magma Indonesia, jenis usaha jasa pertambangan umum, dengan nomor surat persetujuan 454/III/PMA/2007 dengan rencana investasi Rp140 miliar.

Satu perusahaan tambang batubara, PT Arutmin Indonesia (AI), surat persetujuan 875/Pres/6/1996, 25 Juni 1968, ijin usaha tetap no 185/T/Industri/1991, rencana investasi Rp5.046 miliar, terealisasi Rp2.575 miliar, jumlah tenaga kerja yang direkrut 9 tenaga kerja asing dan 306 lokal, dalam kondisi produksi.

Perusahaan perikanan PT Misaja Mitra, jenis usaha industri Coal Stroge, di Pulau Laut Utara, suratpersetujuan 875/Pres/6/1968, tanggal 25 Juni 1968, dan ijin usaha tetap 185/T/Industri/1991 rencana investasi Rp5 miliar dan realisasi Rp2.6 miliar, jumlah tenaga kerja 9 tenaga asing dan 306 lokal, kondisi produksi.

Industri Perkayuan, PT Mangium Anugerah Lestari (MAL), lokasi di Tanjung Seloka, Pulau Laut Selatan, surat persetujuan 06/6300/1/PMA/2003 tanggal, 23 Agustus 2003, rencana investasi Rp688 m, realisasi Rp850 m, jumlah tenaga kerja yang akan direkrut delapan orang tenaga kerja asing dan 308 tenaga kerja lokal.

Sedangkan perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Sawitakarya Manunggal, surat persetujuan 107/III/PMA/2006 tanggal 1 September 2006, rencana investasi Rp13.5 miliar, rencana tenaga kerja yang direkrut 6.152 orang tenaga kerja lokal.

Perusahaan hutan tanaman industri (HTI) PT Inhutani Rindang Banua, surat persetujuan 10/17/III/PMA/2002. Menyoal data yang lainnya, hingga saat ini Dinas Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal sedang melakukan pendataan.

Jumlah investasi tersebut diperkirakan akan terus bertambah, mengingat kondisi Kotabaru semakin kondusif, sehingga investor lokal dan manca negara mulai berdatangan.

"Kini sejumlah perusahaan sedang membangun infrastrukturnya di Kotabaru, padahal perusahaan tersebut belum masuk data base kita," paparnya. (kpl/rit)