Lebaran, Mamin Alami Kenaikan 60%

Kapanlagi.com - Produk makanan dan minuman (mamin) selama Hari Raya Idul Fitri 1428 H ini diprediksikan mengalami kenaikan 60% dibanding hari biasa, dan kenaikan ini juga lebih tinggi 20% dibanding saat sama tahun sebelumnya.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmi) Jawa Timur, Yapto Willy Sinatra SH mengemukakan di Surabaya, Senin, mamin dimaksud seperti sejenis sirup, minuman ringan, minuman kaleng, kue kering, kue basah, makanan ringan, roti kaleng, dan makanan ringan anak-anak.

Menurut Yapto, kenaikan mamin di Jawa Timur pada Lebaran tahun ini lebih tinggi di bandingkan tahun 2006, dikarenakan pada saat ini mamin yang beredar dan dijual di pasar-pasar tradisional dan pertokoan di Jawa Timur adalah produk-produk lokal.

Karena pada saat ini, produk-produk mamin impor dari China dan dari negara lain di dunia hampir tidak ada di toko-toko tradisional maupun mal dan "supermarket" di Jawa Timur, sehingga produk mamin lokal kini menjadi primadona di daerah sendiri.

Hilangnya produk mamin luar negeri, karena produk-produk tersebut setelah diteliti di Balai POM Surabaya banyak yang mengandung bahan pengawet berbahaya, yang bisa mengakibatkan penyakit kangker dan penyakit mematikan lainnya.

Ia berharap, para produsen mamin yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Timur minimal mempertahankan dan terus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Karena dengan kualitas yang baik maka masyarakat Indonesia tidak akan lari memilih mamin dari luar negeri.

Dengan semakin berkembangnya produk mamin di negeri sendiri maka diharapkan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, ketanya berharap.

Berikut data harga bahan pokok dari Diperindag Jawa Timut dan hasil pantauan di beberapa pasar tradisional Surabaya seperti Pasar Pucang, Pasar Wonokromo DTC, Pasar Soponyono Rungkut dan Pasar Keputran Selatan pada Senin 01 Oktober 2007.

Beras kualitas baik pandan wangi dan bengawan spesial Rp5.800/kg, bengawan super Rp5.600/kg, mentik Rp5.500/kg, bramo Rp5.400/kg, beras medium Ir 64 Rp4.700-Rp5.200/kg, beras ketan kualitas baik Rp8.800/kg, jagung pipilan kering Rp3.500/kg, tepung terigu Rp5.500/kg dan ketela pohon Rp1.750/kg.

Gula pasir lokal Rp5.000-Rp6.000/kg, gula pasir impor Rp7.200/kg, minyak goreng curah Rp9.000-Rp9.200/kg, minyak tanah Rp2.500/liter, garam bataan beryodium Rp200/btg, garam hancur Rp1.500/kg dan susu Indomilk Rp7.000/kaleng.

Daging sapi kualitas I Rp48.000/kg, kualitas II Rp45.000/kg, daging kambing Rp42.000/kg, daging ayam broiler Rp15.000/kg, daging ayam kampung Rp18.000-Rp25.000/ekor, telur ayam broiler Rp9.000/kg, telur ayam kampung Rp21.000/kg, telur burung puyuh Rp15.000/kg dan ikan teri asin Rp23.000-Rp30.000/kg.

Bawang merah Rp6.500/kg, bawang putih kating Rp6.500/kg, bawang putih sinco Rp6.100/kg, kentang granola Rp4.000/kg, kubis Rp1.750/kg, tomat sayur Rp2.200/kg, wortel Rp3.000/kg, cabai merah besar Rp8.000/kg, kedelai lokal Rp5.000/kg, kedelai impor Rp5.500/kg, kacang tanah Rp13.500/kg, kacang hijau Rp7.500/kg dan apel merah impor Rp14.500/kg. (kpl/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com