< >

Menperin Harapkan Peserta Bazar Jual Lebih Murah

Selasa, 02 Oktober 2007 17:48
Kapanlagi.com - Menperin Fahmi Idris mengharapkan para peserta bazar memberikan harga yang lebih murah dari harga yang berlaku di pasar agar masyarakat mendapat alternatif pembelian barang untuk keperluan Lebaran.

"Saya berharap para peserta bazar dapat menyediakan barang sebanyak-banyaknya dan memberikan harga yang lebih murah dari harga yang biasa di jual di pasar," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada Bazar Lebaran di Plasa Depperin, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan para pengunjung bazar biasanya berharap barang yang dijual di bazar lebih murah dibandingkan dengan barang yang sama yang di jual di pasar, mengingat saat ini harga barang-barang konsumsi cenderung meningkat.

"Diperkirakan permintaan produk makanan dan minuman olahan akan meningkat sebesar 20 persen," katanya.

Fahmi mengatakan kenaikan harga yang terjadi saat ini akibat naiknya permintaan barang oleh konsumen. Kondisi tersebut diperparah oleh keadaan yang sering kali terjadi barang yang dibutuhkan langka di pasaran.

"Boleh jadi, itu karena keterlambatan distribusi atau karena adanya ulah para spekulan yang sengaja menahan barang untuk waktu tertentu sehingga harga mencapai tingkat tertentu. Sudah tentu, tindaka itu merupakan kepentingan sesaat untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya," ujar Fahmi.

Oleh karena itu, ia berharap ajang bazar bisa menjadi alternatif bagi konsumen untuk mendapatkan harga murah guna memenuhi kebutuhan Lebaran.

Bazar Lebaran tersebut diikuti berbagai aneka produk seperti makanan dan minuman olahan, kue kering, busana muslim, batik, dan barang konsumsi lainnya seperti peralatan masak baik dari industri besar, serta industri kecil dan menengah (IKM).

Lebih jauh Menperin Fahmi Idris mengatakan pemerintah cq Deperdag, Deptan, Depperin, Dephub, dan Bulog, serta instansi terkait lainnya telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi agar bahan keperluan Lebarang bagi masyarakat dapat terpenuhi, sekaligus harganya relatif stabil.

"Untuk memenuhi kenaikan permintaan, sekaligus menjaga agar tidak terjadi gejolak harga yang besar, maka tidak cukup hanya mengandalkan kepada pengamanan ketersediaan stok barang saja, tapi juga harus didukung distsribusi yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat volume," katanya. (kpl/rit)