Kabag Humas Pemkab Blitar yang juga Wakil Ketua Satlak PB Bidang Penerangan Kabupaten Blitar, Sukamtono di Blitar, Selasa, menjelaskan, data tersebut diperoleh setelah adanya penetapan titik-titik rawan hingga pembentukan Posko penanganan dampak letusan Gunung Kelud.
Daerah yang berada antara 5-7 kilometer dari kawah Gunung Kelud atau masuk ring dua meliputi Kecamatan Nglegok, Garum dan Gandusari. Sedangkan jumlah warga sebanyak 90.642 jiwa
Kawasan itu merupakan daerah yang dinilai paling rawan jika Gunung Kelud meletus. Jika Gunung Kelud meletus, diperkirakan akan terkena langsung luapan lahar serta material vulkanik baik awan panas, batu dan abu.
Sementara pada daerah yang berada antara 7-10 kilometer dari kawah Gunung Kelud atau pada ring tiga meliputi delapan kecamatan yang dihuni 160.988 jiwa.
Kecamatan yang masuk ring tiga itu adalah Kecamatan Ponggok, Srengat, Wonodadi, Udanawu, Kanigoro, Talun dan Wlingi. Daerah tersebut diperkirakan tidak akan terkena sedimen, namun bisa terancam luapan lahar panas.
Satlak PB Pemkab Blitar, kata Sukamtono, terus meminta warga siaga dan waspada. Sedangkan petugas juga terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi, termasuk kemungkinan melakukan evakuasi warga di daerah rawan dampak letusan Gunung Kelud.
Sementara itu, berdasarkan data dari pos pengamat Gunung Kelud di Margomulyo, melalui Kasubag Sandi Telekomunikasi PBA Penanggulangan Bencana Alam Gunung Kelud Pemkab Blitar, Ambyah, aktivitas Kelud terus mengalami kenaikan.
Menurut dia, terjadi enam kali gempa tremor dan dua kali gempa vulkanik dalam, suhu danau kawah naik dari 36 menjadi 36,4 derajat celcius, dengan warna air putih di hampir seluruh permukaan danau kawah. (*/cax)




