< >

Lestarikan Budaya, Badung Gelar Lomba Subak

Rabu, 03 Oktober 2007 07:08
Kapanlagi.com - Tujuan utama digelarnya lomba subak adalah agar keberadaan organisasi pertanian tradisional di Bali itu tetap ajeg dan lestari untuk selama-lamanya.

Sehubungan dengan itu, pelaksanaan lomba hendaknya tidak sampai menjadi beban dan memberatkan krama (warga) subak yang adalah para petani, kata Bupati Badung AA Gde Agung SH, di Balai Subak Munggu Tegallantang, Kecamatan Mengwi, Selasa.

Ketika membuka lomba subak yeh (persawahan) dan subak abian (ladang) untuk tingkat kabupaten, Bupati Agung mengharapkan kepada krama subak untuk dapat menyatukan pendapat dan saling "sagilik-saguluk" mengikatkan tali persaudaraan demi kelancaran tugas dipersubakkan.

Selain itu, warga subak juga diharapkan untuk tetap dapat melaksanakan aturan atau "awig-awig" di lingkungan organisasi yang sudah disetujui bersama.

"Yang lebih utama, warga subak dapat mendukung program pemerintah yang kini tengah giat menekan terjadinya alih fungsi lahan pertanian," ucapnya.

IGAN Alit Agung SE, ketua tim penilai lomba subak, mengatakan, unsur yang di nilai dalam lomba subak adalah bagaimana penerapan konsep Tri Hita Karana dalam subak yang meliputi parahyangan, pawongan dan palemahan.

Dikatakan, jumlah peserta yang akan dinilai tahun ini sebanyak delapan subak terdiri atas empat subak yeh dan empat subak abian, yang merupakan duta masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Badung.

Alit Agung menyebutkan, subak yang mengikuti lomba mendapat bantuan masing-masing Rp30,5 juta, dan bagi para pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah masing-masing Rp25 juta untuk juara I, juara II sebesar Rp17,5 juta, juara III Rp12,5 juta dan juara harapan mendapatkan hadiah sebesar Rp7,5 juta.

Selain itu, untuk pemenang pertama nantinya menjadi duta Kabupaten Badung dalam lomba serupa di tingkat Propinsi Bali tahun 2008. (*/rsd)