"Melihat perkembangan jumlah kunjungan wisatawan asal Taiwan ke Bali yang terus meningkat, kami merasa optimis akan mampu mencapai target 180 ribu orang, bahkan bisa lebih," kata Ketua Bali Liang, Bongo Ardhana, menjawab ANTARA di Denpasar, Rabu (03/10).
Disebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir posisi Taiwan menunjukkan peningkatan ranking jumlah wisatawannya yang ke Bali, yakni menjadi yang ketiga setelah Jepang dan Australia. Posisi keempat Korea Selatan dan kelima Malaysia.
Seusai menerima 24 orang delegasi Taiwan Country Government (Industrial Development & Investment Promotion Committee), disebutkan bahwa wisatawan asal Taiwan umumnya memiliki antusiasme tinggi terhadap seni dan budaya Bali.
"Taiwan menjadi salah satu pasar potensial bagi Bali. Oleh karena itu kita harus bisa memanfaatkan berbagai peluang guna mendatangkan lebih banyak lagi turis Taiwan," katanya.
Turut menyambut fam trip dari Taiwan itu sejumlah pelaku industri pariwisata dan pemerintahan, diantaranya Ketua PATA Bali mewakili BTB, Herdy Sayoga, Nyoman Wardawan dari Disparda Provinsi Bali, Wakil Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana, SH dan pengurus Bali Liang lainnya.
Tamu dari Taiwan itu juga ingin tahu lebih banyak tentang apa dan bagaimana Bali. "Bahkan mereka bersedia melakukan kerjasama untuk pelestarian seni dan budaya Bali," kata Bongo Ardhana.
Banyak pertanyaan dari rombongan fam trip itu berkaitan masalah seni dan budaya Bali. Mereka juga bertanya, kenapa di Bali banyak sentra kesenian. Apakah hal itu dibuat atau tumbuh alami.
Nyoman Wardawan dari Disparda Bali mengatakan, semua tradisi dan seni yang ada di Bali terjadi secara alamiah. "Kita tidak merekayasa. Bali memang memiliki keunikan yang luar biasa antara daerah satu dengan daerah lainnya," ucapnya seraya menyebutkan, pemerintah daerah berupaya mendukung pengembangan budaya dan seni yang ada.
Wakil Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana mengatakan, kehadiran rombongan fam trip ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mengenal karakteristik wisatawan asal Taiwan. "Kita bisa mengetahui paket apa yang paling diminati oleh pasar dari Taiwan," ucapnya.
Menjawab pertanyaan delegasi yang menanyakan, kenapa Bali begitu digandrungi wisatawan, padahal masih banyak lagi destinasi yang lebih bagus di negara lain, Ardana mengatakan bahwa Bali memiliki segalanya yang diinginkan wisatawan, baik alam, fasilitas pariwisata, hotel, transportasi, masyarakat yang ramah, budaya yang unik yang tidak ada duanya di dunia.
Herdy Sayoga mewakili BTB (Bali Tourism Board) menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan Taiwan ke Bali bisa kembali bertengger di ranking kedua, menggeser Australia, seperti beberapa tahun lalu.
"Kita masih punya peluang besar untuk menggarap pasar Taiwan agar lebih banyak lagi wisatawannya yang ke Bali," tambahnya. (*/lpk)