< >

Program P2BN Masih Hadapi Berbagai Kendala

Rabu, 03 Oktober 2007 19:20
Kapanlagi.com - Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang dicanangkan pemerintah untuk menaikkan produksi beras sebanyak 2 juta ton pada 2007 dalam pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.

Dirjen Tanaman Pangan Sutarto Alimoeso di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Rabu, mengatakan, salah satu kendala tersebut yakni masih sulitnya petani memperoleh permodalan padahal sudah tersedia berbagai skim kredit.

Beberapa skim kredit yang disediakan untuk memberikan permodalan bagi petani diantaranya Kredit Ketahanan Pangan (KKP), Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3), Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Kredit Investasi Pertanian (KIP)

"Hal itu karena belum tersosialisasinya dengan baik skim kredit yang disediakan di tingkat lapangan," katanya ketika membacakan pidato Menteri Pertanian Anton Apriyantono pada pencanangan penanaman padi untuk musim tanam (MT) 2007/2008 di Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak.

Oleh karena itu, tambahnya, perlu upaya yang lebih giat lagi dari berbagai pihak termasuk kalangan perbankan agar para petani dapat memanfaatkan fasilitas skim kredit tersebut untuk membiayai usaha taninya.

Selain masalah permodalan, tambahnya, kendala lain terhadap kegiatan P2BN yakni belum seluruh kabupaten, kecamatan maupun desa membentuk Posko P2BN yang sangat penting untuk memecahkan masalah yang terjadi di lapangan.

Pendampingan atau pengawalan teknologi oleh penyuluh pertanian masih belum optimal, selain itu penyuluh juga belum memiliki rencana kerja yang jelas.

Meskipun masih menghadapi berbagai kendala, namun Sutarto mengatakan target produksi gabah nasional sebesar 58,12 juta ton GKG akan tercapai.

Menurut dia, hal itu didasari pada pencapaian tanam hingga Agustus 2007 sudah mencapai 100,42% dibanding target yang ditetapkan.

Penyaluran benih unggul bermutu sudah mencapai 147,20 ribu ton setara dengan 5,9 juta ha atau 49% dari total luas tanam.

Selain itu pertanaman varietas padi hibrida lebih dari 70 ribu ha atau naik 15 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Keyakinan pencapaian produksi 2007 tersebut juga didasarkan pada realisasi penyaluran juga cenderung meningkat dari tahun sebelumnya.

"Penyerapan MT 2007 dari April hingga Agustus untuk pupuk urea, ZA dan NPK telah melebihi sasaran yang ditetapkan. Tentunya ini akan mendorong peningkatan produktivitas," katanya.

Selain itu areal yang mengalami puso akibat terkena serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) maupun banjir dan kekeringan mengalami penurunan.

Selama bulan Januari hingga Agustus 2007 luas areal yang mengalami puso akibat OPT seluas 1.058 ha sedangkan puso akibat kekeringan dan banjir sekitar 78 ribu ha, lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 84 ribu ha. (*/lpk)