Penerimaan VoA Bali Alami Peningkatan

Kapanlagi.com - Lama tinggal wisatawan asing yang berlibur ke Bali mengalami peningkatan cukup berarti dan hal itu dapat dilihat dari peningkatan penerimaan Visa on Arrival (VoA) para pelancong luar negeri tersebut.

Penerimaan VoA dari turis asing yang berlibur ke Bali selama enam bulan pertama 2007 sudah mencapai US$10 juta, kata laporan Bank Indonesia (BI) Denpasar yang dikutip dari kajian ekonomi regional Bali, Jumat.

Perolehan VoA tersebut dipungut dari wisatawan asing yang datang ke Bali melalui tiga pintu masuk, masing-masing dari Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, 15 Km selatan Denpasar dan Pelabuhan Padangbai, 55 Km timur Denpasar.

Penambahan penerimaan dari sektor kunjungan turis itu sejalan dengan naiknya jumlah turis ke Bali yang bertambah terus setiap bulannya, dengan tujuan utama atau 95% untuk berlibur sambil menikmati keindahan alam Bali.

Jumlah turis asing yang datang ke Bali paruh pertama 2007 tercatat 745.949 orang, dengan rincian sebanyak 109.504 orang (Januari), 118.275 (Pebruari), 119.163 (Maret), 125.140 (April), 128.693 (Mei) dan 145.174 (Juni).

Turis asing dari negara yang telah mendapatkan fasilitas VoA atau mengurus visa setelah sampai di negara tujuan itu dikenakan tarif sesuai lama tinggal di daerah ini, yakni wisatawan yang berkunjung kurang dari tujuh hari membayar US$10/orang, dan selama enam bulan pertama 2007 menghasilkan US$4 juta.

Sedangkan wisman yang berkunjung lebih dari tujuh hari dengan membayar US$25 per orang mengantongi penerimaan US$6 juta. Sehingga seluruhnya mencapai US$10 juta, sedangkan selama 2006 menghasilkan US$16,3 juta.

Pemerintah menerapkan VoA guna memudahkan wisman berkunjung ke Bali, sebab mengurus visa kedatangan di negara asal bisa memakan waktu lebih dari satu minggu. Pelancong dari sedikitnya 63 negara kini bisa mengurus visa setelah tiba di Bali.

Sementara penerimaan yang dipungut dari wisatawan asing saat tibanya di pintu masuk Bali itu, seluruhnya disetorkan ke pemerintah pusat, jadi semua penerimaan dari sektor pariwisata tidak ada untuk Pemprov Bali. (kpl/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com