PLN Siapkan PLTU Belu Untuk Timor Leste
Kapanlagi.com - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Eddy Widiono, mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang hendak dibangun di Kabupaten Belu akhir 2007 mendatang dengan dukungan dana APBN, juga dipersiapkan untuk pelayanan listrik antarnegara ke Timor Leste."PLTU Belu itu juga berorientasi pelayanan listrik di Timor Leste, tetapi yang lebih utama tentu untuk memperkuat pasokan listrik di daratan Timor Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Widiono, di Kupang, Jumat. Ia mengatakan, nilai jual listrik di Timor Leste atau di luar negeri tentu lebih tinggi dari harga jual dalam negeri sehingga dari aspek bisnis mendatangkan keuntungan. Namun, potensi listrik yang hendak dijual itu harus lebih diutamakan kepada pelayanan dalam negeri karena erat kaitannya dengan berbagai pertimbangan, termasuk aspek politik. "Tidak mudah menjalankan bisnis penjualan listrik antarnegara, apalagi dengan negara baru seperti Timor Leste. Jual-beli listrik yang dijalin Malaysia dengan Singapura saja tidak berjalan lancar, padahal dua negara itu relatif maju," ujar Widiono. Ia menjelaskan, rencana pembangunan PLTU di Belu dengan kapasitas 2 x 12 Mega Watt (MW) itu merupakan bagian dari program percepatan penyediaan pasokan listrik sebanyak 10 ribu MW yang dicanangkan pemerintah sampai tahun 2010. Khusus di wilayah NTT, selain di Belu juga meliputi wilayah Kupang (kota dan kabupaten) dengan kapasitas 2 x 15 MW pada dua lokasi, Ende dengan kapasitas 2 x 7 MW dan Sumba juga berkapasitas 2 x 7 MW. Rencana pembangunan PLTU di Kupang pada Kawasan Industri Bolok (KIB) yang sudah direncanakan sejak 2003 yang berorientasi peningkatan energi listrik. Saat itu telah ditandatangani nota kesapahaman (MoU) pembangunan PLTU kapasitas 2 x 15 MW (Mega Watt) atau dua unit mesin dengan kapasitas masing-masing 15 MW. Namun, belum terealisasi terkait keterlambatan proses pembebasan tanah sehingga pelaksanaan proyek PLTU di KIB Kupang itu dilaksanakan sekaligus dengan proyek serupa dalam tahun anggaran 2007, yang juga berkapasitas 2 x 15 MW, sebagai bagian dari Program 10 ribu MW. Proyek pembangunan PLTU di KIB Kupang itu merupakan jalinan kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan PT PLN dan PT Indonesia Power. Pemprov NTT sebagai penyedia lahan seluas 25 haktar, PT PLN sebagai pembeli listrik dengan harga sesuai kesepakatan sebesar Rp540/kwh dan PT Indonesia Power selaku anak cabang PT PLN sebagai kontraktor pelaksana. "Jika PLTU di KIB Kupang yang ditargetkan terealisasi tahun 2008, maka pasokan listrik di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang mampu melayani 300 ribu pelanggan. Saat ini PLN Cabang Kupang hanya didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 25 MW guna melayani 220 ribu pelanggan," ujar Widiono. (kpl/rit) |