Kepala Seksi Jalan Rel 74 PT Kereta Api Indonesia, H Sutohadi, Jumat pagi, menyatakan, perbaikan portal untuk melindungi tiang penyangga rel (legger) dibutuhkan waktu sekitar dua hari.
"Kalau relnya sejak tadi malam sudah bisa dilewati, sekarang tinggal perbaikan portal yang membutuhkan waktu lama," katanya di Kertosono.
Akibat perbaikan portal itu, semua jenis kereta api yang melintas di jalan tersebut, diperintahkan berjalan dengan kecepatan di bawah lima kilometer per jam. Hal ini tentu saja membuat beberapa jadwal perjalanan kereta api baik dari arah Kertosono, Kediri, maupun Jombang mengalami keterlambatan.
Selain itu, perbaikan portal jembatan rel juga menghambat arus lalu lintas yang menghubungkan Kertosono dengan Lengkong, Kabupaten Nganjuk.
Menurut Sutohadi, penyangga jembatan rel yang berada di dekat pasar Kertosono rusak setelah ditabrak truk yang melaju kencang di bawah jembatan peninggalan jaman penjajahan Belanda itu. Bak truk nomor polisi B-9108-GU itu tersangkut badan jembatan rel yang ada di atasnya, sehingga sebagian batang rel putus dan berserakan di jalan raya, akibatnya sejumlah jadwal perjalanan kereta api tertunda.
Karena dianggap melakukan kelalaian, sopir truk nahas, Bambang Yulianto (55), warga Ngronggot, Nganjuk, ditahan di Mapolres Nganjuk. Di Mapolres Nganjuk, Bambang mengaku, peristiwa yang terjadi sore itu tidak sengaja. "Setiap hari saya lewat situ, tidak pernah ada masalah, tapi baru kemarin truk saya nyangkut," katanya. (*/boo)