Impor Daging ke Sumbar Turun 70%

Kapanlagi.com - Impor daging asal New Zealand dan Australia ke Sumbar turun hingga 70 %, paska gempa beruntun yang mengguncang provinsi itu Rabu sore (12/9) dan Kamis pagi (13/9), ditandai rendahnya permintaan daging khas untuk hotel dan restoran.

"Dampak gempa cenderung mendorong wisatawan mancanegara enggan berkunjung ke Provinsi Sumbar karena takut menjadi korban," kata Kepala Cabang PT Sukanda Jaya Afriyani SE di Padang, Jumat.

PT Sukanda Jawa bergerak di bidang jasa pelayanan makanan siap saji, minuman termasuk ice cream serta daging impor.

Menurut Afriani, sekitar 6 ton daging impor didatangkan dari Jakarta tahun 2006, melalui jalur darat, namun kini permintaan menurun.

"Biasanya saat lebaran permintaan daging impor dari hotel dan restoran termasuk turis-turis dibawa kapal-kapal asing turun membeli daging impor itu, namun kini tampak sepi," katanya.

Kendati tidak merinci penurunan omsetnya, dia mengatakan, daging impor yang dipasarkan PT Sukanda Jaya berlabel halal.

"Daging impor yang kami kelola melalui satu pintu dari Jakarta, berlabel halal dan sudah bersertivikasi karena sebelum masuk ke Indonesia tetap diawasi secara ketat," katanya.

Pada kondisi normal, hotel dan restoran di Sumbar, cenderung memesan daging sapi khas impor, kendati harganya cenderung mahal sekitar Rp60 ribu - Rp70 ribu per kg.

Untuk harga produksi ternak (lokal Sumbar) pada H-7 idul Fitri, daging sapi Rp48.000 - Rp52.000 per kg, dengan sentra produksi berasal dari Kabupaten Agam, Kab Tanah Datar, Kab Padang Pariaman, Kab Solok, Kab Pesisir Selatan, Kab Sawahlunto Sijunjung, dan Kab Dharmasraya.

"Permintaan daging impor cenderung terus turun hingga masa pemulihan paska gempa dua hingga tiga bulan mendatang," katanya, perusahaan tetap sibuk dan optimis karena PT Sukanda Jaya memiliki unit usaha strategis lainnya memasok ice ream dan kentang.

Kini kita masih tetap menyuplai kebutuhan ice cream dan kentang untuk pasar Sumbar serta Bengkulu. tambahnya. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com