Informasi yang diperoleh wartawan di Surabaya, Minggu (07/10), menyebutkan, jumlah biaya hak siar yang belum dibayar sebesar Rp70 juta untuk empat tayangan pertandingan beberapa waktu lalu.
Empat tayangan langsung itu adalah Persebaya melawan Persma Manado dan Persis Solo di kompetisi Liga Indonesia. Kemudian Persebaya menjamu Deltras Sidoarjo dan Persema Malang di ajang Copa Indonesia.
"Kami sudah mengirimkan surat kepada BLI untuk menanyakan masalah tersebut, tapi belum ada jawaban," kata Sekretaris Tim Persebaya, Supriyadi.
Menurut ia, untuk satu tayangan langsung pertandingan Liga Indonesia, Persebaya mendapat hak siar sebesar Rp20 juta. Sementara untuk laga Copa Indonesia sebesar Rp15 juta.
"Jumlah itu sama untuk semua tim yang mendapat tayangan langsung. Kami berharap, BLI bisa secepatnya mencairkan biaya hak siar tersebut," kata Supriyadi.
Ia mengakui, jumlah biaya hak siar itu memang tidak terlalu besar, tapi cukup lumayan untuk menambah keuangan klub.
Informasi lain dari markas Persebaya menyebutkan, para pemain "Green Force" kembali mendapatkan libur panjang mulai 10 Oktober hingga sepekan setelah lebaran.
Pada awal Ramadhan lalu, pemain Persebaya juga telah mendapatkan libur sekitar 10 hari, sehingga total waktu libur yang diperoleh pemain mencapai sekitar 20 hari. (*/lpk)