"Indonesia itu kan terdiri dari daerah-daerah. Karenanya orang yang akan muncul selayaknya juga pernah berkiprah di daerah-daerah itu," katanya di Jakarta, Senin.
Sebelumnya PAN telah mewacanakan bahwa partai berlambang matahari itu akan memunculkan capres/cawapres yang memenuhi tiga kriteria, yakni pernah berkiprah sebagai pemimpin daerah, berusia muda serta orang baru yang belum terlibat di pemerintahan sebelumnya.
Sejumlah nama yang disebut-sebut cocok dengan kriteria itu untuk kemudian menggunakan PAN sebagai kendaraan politik pencalonan presiden di antaranya adalah mantan Gubernur DKI yang sudah mendeklarasikan diri Sutiyoso dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Yasin mengatakan bahwa keberhasilan seorang kandidat di daerahnya sebelum mereka maju kepentas yang lebih luas lagi bisa dijadikan pertimbangan tertentu bagi masyarakat sebelum mereka menjatuhkan pilihan pada kandidat yang dipilih.
"Kita lihat misalnya dulu Mega atau Gus Dur yang belum pernah memimpin dari tingkat yang lebih kecil dan tiba-tiba diserahi memimpin negara, maka ada banyak guncangan saat mereka memimpin," katanya.
Selain orang yang berpengalaman memimpin daerah, Yasin menambahkan, usia muda juga juga dijadikan kriteria khusus bagi PAN untuk menjatuhkan dukungan politiknya dalam pilpres 2009 mendatang.
PAN menghendaki agar ke depan muncul wajah-wajah baru di pentas kepemimpinan nasional.
Untuk itu, katanya lagi, partainya siap memfasilitasi sekaligus menjadi motor bagi munculnya "darah segar" di kancah perpolitikan nasional.
Kendati demikian, Yasin menambahkan, untuk saat ini partainya belum dalam posisi dukung mendukung figur dan hanya memberi kesempatan kandidat yang akan mencalonkan diri itu untuk mensosialisasikan visi, misi serta program kerja mereka kepada partai. (*/cax)