< >

Esia dan Wifone Tambah Kapasitas Empat Kali di Jatim

Jum'at, 12 Oktober 2007 05:12
Kapanlagi.com - Esia dan Wifone telah menambah kapasitas jaringan empat kali lipat dari sebelumnya untuk daerah Jawa Timur pada awal Oktober ini.

Penambahan kapasitas ini juga telah berdampak positif terhadap tingkat keberhasilan panggilan telepon (success call ratio), penurunan tingkat putus hubungan (drop call), pengurangan wilayah blank spot serta perbaikan wilayah cakupan layanan (coverage) secara keseluruhan.

"Kualitas jaringan telah kita perkuat, sehingga kualitas sinyal, terutama Surabaya dan Malang sudah mengalami peningkatan kinerja secara signifikan. Peningkatan kualitas jaringan dan sinyal ini sudah menjadi prioritas komitmen kami," kata Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama bidang Network and Operations PT Bakrie Telecom Tbk, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Danny mengatakan, penambahan kapasitas jaringan di Jawa Timur tersebut merupakan implikasi dari penataan ulang pita frekuensi 800 dan 1900 MHz oleh pemerintah dan penambahan carrier untuk kota-kota baru lainnya akan menyusul secara bertahap.

Seperti diketahui sebagai konsekuensi dari Keputusan Menkominfo No.181/KEP/M.KOMINFO/12/2006 Tentang Pengalokasian Kanal Pada Pita Frekuensi Radio 800 MHz Untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel Dengan Mobilitas Terbatas Dan Jaringan Bergerak Seluler maka pemerintah melakukan penataan ulang terhadap penggunaan jalur frekuensi 800. Dengan keputusan ini maka operator telekomunikasi yang menggunakan jalur frekuensi 1900 MHz harus segera menempati alokasi frekuensi baru yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu di jalur frekuensi 800 MHz.

Keputusan Menteri no. 181 ini kemudian disempurnakan dengan Keputusan Menkominfo No. 162/KEP/M.KOMINFO/5/2007 yang menetapkan kanal frekuensi radio yang dialokasikan kepada PT Bakrie Telecom.

Sesuai Keputusan Menkominfo No.162/KEP/M.KOMINFO/5/2007 yang menetapkan kanal frekuensi radio yang dialokasikan kepada PT Bakrie Telecom, BTEL diijinkan untuk menggunakan kanal frekuensi 37, 78 & 119 di Propinsi Jakarta, Jawa Barat & Banten.

Sedangkan di luar ketiga wilayah tersebut, BTEL mendapatkan kanal frekuensi 201, 242 & 283 dan sebagai tambahan pemerintah juga memperbolehkan BTEL untuk menggunakan sementara kanal frekuensi 160 hingga bulan Desember 2007.

Bakrie Telecom kemudian harus berkoordinasi dengan operator lain untuk bisa menggunakan frekuensi 800 secara nasional untuk penataan ulang

Pada saat Esia & Wifone mulai beroperasi di Jawa Timur pada minggu ketiga bulan Agustus 2007, kapasitas yang disediakan juga dilakukan secara bertahap.

Kini proses penataan ulang tersebut telah selesai sehingga Esia & Wifone mendapatkan kapasitas penuh sebesar 3 carrier yang dipergunakan untuk memperlancar percakapan telepon maupun pengiriman sms.

Menurut Danny, upaya penyempurnaan kualitas jaringan dengan memperkuat kemampuan jaringan dalam menyalurkan trafik suara maupun sms akan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan suatu wilayah, pertumbuhan demand masyarakat dan dinamika lalu lintas percakapan telepon.

"Apalagi jumlah pelanggan Esia dan Wifone tumbuh secara signifikan sehingga mau tidak mau kita dituntut untuk selalu memperhatikan peningkatan kualitas jaringan tersebut. Tidak ada kata selesai karena kalau kita lalai maka pelanggan akan dengan mudahnya berganti operator", jelas Danny. (*/rsd)