Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Lampung, Suparmo, mengatakan, di Bandarlampung, Senin (15/10), devisa sebesar itu sesuai data terakhir hasil dari ekspor batu bara ke sejumlah negara seberat 2.316.163 ton.
Dibandingkan realisasi pada periode sama tahun 2006 seberat 1.363.931 ton senilai US$135,5 juta, volumenya naik 69,82% sebaliknya nilai devisanya turun 19,03%.
Batu bara yang diekspor melalui pelabuhan bau bara Tarahan adalah produksi PT Tambang Batu Bara Tarahan (PTBA) yang beroperasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), dan diangkut ke Lampung menggunakan jasa angkutan kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang).
Selain batu bara, Lampung juga mengekspor hasil pertambangan lainnya seperti zeolite, biji besi, batu olahan, dan biji mangan.
Suparmo dan pejabat penandatangan dokumen-dokumen ekspor daerah Lampung, Bambang Supartono menambahkan, sesuai data terakhir yaitu pada bulan Juli 2007, batu bara mampu menembus pasar empat negara, yakni Jepang, India, Pakistan, dan Korea Selatan seberat 300 ton lebih senilai US$15,46 juta.
Sementara data selan tahun 2006 lalu hasil tambang batu bara terekspor 2.763.842 ton menghasilkan devisa US$199,49 juta, atau menempati peringkat keempat setelah minyak sawit/olahannya, udang beku, dan kopi robusta biji.
Komoditas batu bara yang diekspor melalui Lampung itu sebagian kecil dari yang dipergunakan untuk memasok Pembangkit Listik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Banten, dan PLTU Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan. (*/bun)