< >

Pemanasan Global Pengaruhi Pertanaman Hortikultura

Rabu, 17 Oktober 2007 11:07
Kapanlagi.com - Departemen Pertanian (Deptan) mengungkapkan gejala pemanasan global berupa peningkatan suhu bumi telah mempengaruhi pertanaman hortikultura terutama komoditas yang membutuhkan suhu kurang dari 25 derajat celsius seperti sayuran buah, dan tanaman hias.

Dirjen Hortikultura Deptan, Ahmad Dimyati di Jakarta, Selasa mengatakan, di beberapa wilayah sentra produksi kentang mulai terlihat untuk menanam komoditas tersebut dari yang semula dapat dilakukan pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl) kini harus naik pada ketinggian 1.200 meter dpl.

"Jadi sekarang untuk menanam kentang harus mencari lahan yang lebih tinggi lagi," katanya.

Menurut dia, terjadinya peningkatan suhu di dataran-dataran tinggi tersebut disebabkan banyak lahan di kawasan itu berubah menjadi pemukiman maupun kawasan industri.

Kondisi tersebut, tambahnya, meningkatkan suhu di wilayah pegunungan yang banyak dimanfaatkan untuk menanam sayuran yang membutuhkan suhu dingin, akibatnya produktivitasnya menurun.

Ahmad Dimyati mengatakan, untuk mengantisipasi gejala pemanasan suhu bumi tersebut pihaknya melakukan pengembangan tanaman sayur maupun buah yang dapat dibudidayakan pada lahan di dataran rendah maupun menengah.

"Pada tahap awal kami akan kembangkan kentang yang bisa ditanam pada ketinggian 600-800 meter dpl atau pada suhu 18 derajat selsius," katanya.

Dikatakannya, pada 1994 Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Deptan berhasil mengembangkan kentang pada lahan berketinggian 600 meter dpl di kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Saat ini, menurut dia, 75 persen dari total kebutuhan kentang di dalam negeri masih harus dipenuhi dari impor.

Kebutuhan kentang tersebut terbanyak untuk industri makanan olahan seperti keripik kentang, yang mana kapasitas pabrik mencapai 10 ribu ton per tahun.

Dirjen Hortikultura menegaskan, bertepatan dengan Tahun Kentang Internasional ('Internasional Potato Year') pada 2008 pemerintah bertekad untuk mampu memenuhi kebutuhan kentang dalam negeri secara mandiri. (kpl/rit)