"Ini momen emosional, hari yang tak pernah saya lupakan," kata ?Pereiro setelah direktur Tur Christian Prudhomme menyerahkan rompi kepadanya.
Pereiro finis 57 detik dibelakang Landis dalam klasemen akhir. Tapi uni balap sepeda internasional secara resmi menyatakan Pereiro selaku pemenang pada 21 September setelah Lanis terbukti menggunakan testosterone sintetis dalam Tur.
Ini pertama kali dalam sejarah lomba bahwa pemenang dicoret gelarnya. "Saya sangat menyayangkan dia. Saya tak bisa merayakan apa yang terjadi tapi dalam olah raga peraturan harus dihargai," tambah Pereiro. Landis mengajukan banding kepada pengadilan arbitrasi untuk olah raga (CAS) di Swis dan keputusan final diperkirakan akan keluar Februari tahun depan. (kpl/rit)